Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Disebar Ke Rumah Sakit dan Puskesmas
65 Tenaga Kesehatan Bertahan di Wamena
Selasa, 1 Oktober 2019 07:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah banyaknya penduduk meninggalkan Kota Wamena, Papua, 65 tenaga kesehatan memilih bertahan.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk pengabdian untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan. 65 Tenaga kesehatan itu terdiri dari 31 dokter umum dan spesialis.
Dan, 34 orang perawat dan bidan. Mereka bertugas di puskesmas dan rumah sakit. Kami sangat berterima kasih betul, mengapresiasi kepada mereka yang tetap tinggal di Wamena.
Tenaga kesehatan itu tugasnya untuk kemanusiaan. Kita tidak lihat siapa mereka, musuh ataupun teman, wajib kita tolong. Tugas kita menolong,” ungkap Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek saat menggelar konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta, kemarin.
Nila mengimbau kepada para tenaga kesehatan berhatihati agar tidak menjadi korban masalah keamanan.
Baca juga : Allianz Perluas Kerja Sama Rumah Sakit Penjaminan Langsung Pasien CoB BPJS Kesehatan
Bagi yang merasa tidak aman sebaik nya mengungsi ke rumah sakit. Jika berpergian, gunakan baju kesehatan.
Gunakan baju tenaga kesehatan yang berwarna putih. Kalau bisa yang mencirikan tenaga kesehatan agar tidak me nimbulkan kesalahpahaman.
Dia juga berharap TNI dan Polri membantu memberikan per lindungan kepada tenaga kesehatan.
Untuk memberikan perlindungan, lanjut Nila, Kemenkes dan perhimpunan dokter bekerjasama dengan TNI dan Polri membentuk tenaga kesehatan ga bungan untuk disiagakan di Papua.
Pembentukan itu dilakukan agar mudah berkoordinasi dan mengatur pembagian tugas. Karena ada beberapa daerah yang tenaga kesehatannya minim.
Baca juga : Diaspora Belanda Siap Perkuat Kerja Sama Kesehatan Demi Indonesia
Soal korban jiwa, Nila mengungkapkan, catatan tim kesehatan saat ini korban me ninggal dunia akibat kerusuhan 31 orang. Rinciannya, 5 orang me ninggal di rumah sakit.
Sedangkan, 26 orang meninggal se belum sampai ke rumah sakit. “Ada 14 korban kerusuhan yang masih dalam perawatan. Sedangkan 22 orang dirujuk ke Jayapura.
Sebanyak 62 orang sudah ditangani dan dipulangkan,” ungkapnya. Bebaskan Dokter Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih mengungkapkan, pihaknya membebaskan para dokter untuk memilih bertahan atau meninggalkan Wamena.
“Untuk dokter yang menyatakan tetap tinggal (bertahan) kami catat nomor yang bisa dihubungi untuk koordinasi pengamanan,” ungkapnya.
Sedangkan yang ingin tinggal kan Wamena, lanjut Faqih, pi haknya memfasilitasinya dengan berkoordinasi dengan TNI.
Baca juga : Optimalisasi Lahan Sempit dengan Buah Unggul Bis Teningkatkan Kesejahteraan Petani
“Proses tersebut sedang berjalan. Kami koordinasi dengan TNI. Kami juga terus melakukan pendataan,” kata Faqih.
Sementara, Kapendam XVII/ Cenderawasih, Letnan Kolonel CPL Eko Daryanto mengatakan, pihaknya belum melihat persoalan di Wamena, Papua, sebagai konflik horizontal.
“Permasalahan yang timbul di sana dianggap disebabkan oleh kabar tidak benar yang beredar di tengah masyarakat,” ungkapnya. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya