Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Mengusung Konsep Smart City, IKN Selaras Dengan Alam

Sabtu, 2 Desember 2023 09:51 WIB
Foto: Kemenkominfo
Foto: Kemenkominfo

RM.id  Rakyat Merdeka - Ibu Kota Nusantara (IKN) akan mengimplementasikan konsep smart and sustainable forest city.

Konsep ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong terciptanya smart city, yang akan menyuguhkan harmoni antara pemanfaatan dan kehidupan perkotaan yang berdampingan dengan alam.

Dalam membangun dialog serta keterlibatan masyarakat dalam pembangunan IKN, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim mengadakan Temu Influencer.

Kegiatan dengan tema “Sudah Sejauh Mana Pembangunan IKN?” itu digelar di Gumaya Hotel, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (1/12/2023).

Pembangunan IKN didorong dengan perencanaan yang meletakkan dasar-dasar teknologi ke dalam tata kelola kota untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memberikan layanan secara efisien, efektif dan terbuka.

Sesuai dengan kutipan Presiden Joko Widodo (Jokowi), rencana pemindahan IKN merupakan sebuah upaya proses percepatan pembangunan, pemerataan, dan pemberdayaan kawasan Indonesia timur.

"Penetapan IKN diharapkan dapat menjadi katalis untuk menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru di wilayah lainnya di Indonesia,” kata Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Septriana Tangkary dalam sambutannya.

Baca juga : Bunga Citra Lestari, Tak Berjodoh Dengan Ariel

Semua pihak berperan dalam pembangunan IKN, untuk mewujudkan IKN sebagai smart city.

Kementerian Kominfo berperan dalam mengembangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan penyediaan Pusat Data Nasional (PDN).

Salah satu kota di Indonesia yang telah mengimplementasikan konsep smart city yaitu Kota Semarang, sejak tahun 2013.

Konsep program smart city yang telah dijalankan Pemerintah Kota Semarang yaitu, Smart Governance, Smart Economy, Smart Environment, Smart Branding, Smart Living dan Smart Society.

Nantinya, Pemkot Semarang akan melakukan efisiensi aplikasi-aplikasi yang serta mengelaborasi teknologi dan aplikasi.

Contohnya, dalam pelatihan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang dilakukan menggunakan AR (Augmented Reality).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang Budi Prakosa, yang menyampaikan, penetapan dan pembangunan IKN di Kalimantan Timur merupakan lompatan dari Jawa sentris kepada Indonesia sentris.

Baca juga : Perkuat Standar Keselamatan Kapal, INFA Hadir Dengan Wajah Baru

“Beberapa kondisi menjadi potensi untuk berkembangnya Kota Semarang,” ungkap Budi.

Pertama, terhubungnya tol dari titik barat ke timur dari arah Jakarta ke Surabaya dan begitu juga sebaliknya, dengan titik lelah yang berada di Kota Semarang.

Kedua, ada perpindahan kegiatan industri dari Jabodetabek ke Jawa Tengah.

Dalam konteks smart city pemahamannya tidak hanya yang berkaitan dengan teknologi informasi, tapi berorientasi pada pelayanan sebuah kota dalam peningkatan efisiensi dan efektifitas.

Melanjutkan diskusi, Sekretaris Otorita IKN Achmad Jaka Santos Adiwijaya mengatakan IKN Nusantara didesain menjadi kota yang layak huni (liveable) dan dicintai (loveable).

Penghuninya memiliki taraf ekonomi dan sarana serta prasarana infrastruktur yang layak.

Serta, didesain benar-benar mempunyai roh atau 'soul of the city' yang dapat dicintai oleh penghuni maupun pengunjung.

Baca juga : Rosalynn Carter, Ibu Negara AS Dengan Skill Politik Luar Biasa

“Pembangunan IKN Nusantara tidak hanya berbicara tentang saat ini, tapi juga masa depan,” ujar Jaka.

Diperlukan model pembangunan yang membuat magnet baru ekonomi, sehingga posisinya lebih menyeimbangkan jarak antara setiap pulau, wilayah, dan penduduk.

IKN Nusantara dapat menjadi superhub ekonomi yang baru selain sebagai pusat pemerintahan.

“Hal ini untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik dan merata,” terang Jaka.

Guna mewujudkan sustainability forest city, hanya 25 persen dari area IKN yang akan dibangun.

Sedangkan 75 persen sisanya, akan menjadi area hijau. Termasuk 65 persen area tersebut tetap sebagai hutan tropis.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.