Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Eksklusif Kepada Rakyat Merdeka
Nawawi Berusaha Keras Pulihkan Wibawa KPK
Jumat, 12 Januari 2024 08:37 WIB
Sebelumnya
Saya baru saja hadir di acara Mahkamah Konstitusi. MK pun dihadapkan pada situasi yang mirip dengan kita. Tergerusnya kepercayaan publik. Pedang dari peradilan adalah kepercayaan publik. Mau seperti apapun semangat kami, kalau kehilangan kepercayaan, seperti orang kehilangan kaki. Lumpuh. Tidak punya kaki, bagaimana bisa berdiri?
Membangkitkan kembali kepercayaan bukan pekerjaan mudah. KPK harus menampilkan kerja-kerja berkualitas, yang lebih baik. Apalagi, belakangan, temuan yang ditangkap KPK pun bukan lagi bupati tapi turun ke level lebih bawah lagi.
Saya cemburu dengan teman-teman Kejaksaan Agung. Ada perkara yang saat ditangani KPK, dapatnya (kerugian) recehan. Tapi saat ditangani Kejagung nilainya jadi triliunan. Jadi, konsep case building itu, harus kita tingkatkan di KPK.
Apakah ada hambatan dan kekurangan di KPK, sehingga case buildingnya tidak bisa seperti di Kejaksaan Agung?
Baca juga : Cawapres Ini Cerita Kerap Tidur Di Kuburan China
Indikator kerja di KPK dihitung per perkara, tidak dilihat kualitasnya. Karena itu, kita sempat diskusikan, agar dari beberapa perkara ada case building, yang mungkin bisa lebih besar perhitungannya. Sehingga penilaian kinerja juga berbeda. Itu bukan hal mudah. Dan tak bisa diperoleh dalam 1-2 bulan kerja, bahkan 1 tahun.
Saya tidak berharap banyak. Cukup sedikit saja kembali kepercayaan positif, sudah Alhamdulillah.
Saya sampaikan, yang tersisa di lembaga ini adalah tinggal integritas para pekerjanya. Saya percaya, karena mereka masih memiliki kebanggaan sebagai insan KPK. Apalah artinya para pimpinan. Karena 1-2 tahun bekerja, pimpinan mungkin akan pergi.
Apa saja metoda kerja yang berubah agar kepercayaan publik meningkat lagi?
Baca juga : Tak Ada Kejadian Luar Biasa Yang Bisa Gagalkan Pilpres Satu Putaran
Misalnya, tak ada lagi pernyataan yang berbeda. One man show sebisa mungkin dihindari. Pimpinan KPK adalah kolektif kolegial. Kebetulan latar belakang saya hakim, sehingga sifat kolektif kolegial sudah biasa terbangun, dalam pengambilan keputusan di permusyawaratan hakim. Kolektif kolegial itu bukan menghitung-hitung 3:2 atau 4:1 ya. Sedapat mungkin sama, dan tidak ada yang disenting opinion.
Kami juga mengkaji perbidang. Jangan sampai ada bidang yang mendegradasi peran pimpinan. Misalnya, kalau ada OTT, kita tidak tahu. Atau yang tahu hanya satu orang. Itu nggak pas.
Bagaimana sinergi dan koordinasi KPK dengan penegak hukum lain?
Koordinasi dengan Kejaksaan dan Polri sangat baik. Kita ada Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PPKS), sinergi dalam upaya pemberantasan korupsi. Sehingga tidak ada lagi yang berlomba, siapa pemenangnya. Pemberantasan Korupsi adalah satu cita-cita. Konsepsinya, yang memberantas korupsi bukan hanya KPK. Tapi kegiatan bersama.
Baca juga : Jaksa Agung Keras Ke Luar Tegas Ke Dalam
Apa yang baik dilakukan Kejaksaan terkait penanganan perkara-perkara. Kita jadikan cermin. Misalnya, saat ini ada satu-dua perkara besar yang kita kerjakan. Bukan dari perkara OTT. Mudah-mudahan sudah keluar perhitungannya dari BPK. Dan semoga ini bisa menggambarkan bahwa kami juga bisa bekerja dengan metoda seperti yang dijalankan teman-teman di Kejaksaan.
Jadi, Kejaksaan Agung menjadi cermin juga ya dalam bekerja di KPK?
Bicara konsepsi pemberantasan korupsi, ya kita saling melengkapi. Kita ikut senang dengan pencapaian di Kejaksaan Agung yang belakangan ini luar biasa. Pencapaian itu harus dipandang sebagai keberhasilan pemberantasan korupsi secara menyeluruh. Sekali lagi, kerja memberantas korupsi bukanlah pekerjaan sendiri-sendiri, tapi harus sinergi dengan seluruh penegak hukum, organ dan termasuk pemerintah.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 12/1/2024 dengan judul Eksklusif Kepada Rakyat Merdeka, Nawawi Berusaha Keras Pulihkan Wibawa KPK
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya