Dark/Light Mode

Pentingnya Kompetensi Untuk Produktivitas

Miris, Tingkat Pelatihan Kerja Di Indonesia Sangat Rendah

Rabu, 31 Januari 2024 07:30 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat membuka Dialog Nasional bertajuk Kolaborasi untuk Pelatihan Vokasi dan Produktivitas di Jakarta, Selasa (30/1/2024). (ANTARA/HO-Kemnaker)
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat membuka Dialog Nasional bertajuk Kolaborasi untuk Pelatihan Vokasi dan Produktivitas di Jakarta, Selasa (30/1/2024). (ANTARA/HO-Kemnaker)

 Sebelumnya 
Selain pelatihan kerja di perusahaan, Ida juga terus berupaya mengurangi kesenjangan keterampilan (skill gap) antara pemberi kerja yang mewakili kebutuhan industri dan para pencari kerja.

Salah satu upaya yang dilaku­kan dengan melakukan trans­formasi BLK berupa link and match ketenagakerjaan.

“Pelatihan harus didesain menjawab kebutuhan pasar kerja. Itu yang kami lakukan. Makanya kami terus melakukan transformasi,” ungkap Ida.

Deputi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Be­ragama Kementerian Koordina­tor Bidang Pembangunan Manu­sia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Warsito mengatakan, lembaga pelatihan harus terus melakukan penyelarasan kuri­kulum, program dan fasilitasnya.

Baca juga : Universitas Mercu Buana Gelar Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia Di Malaysia

Selain itu, memberdayakan peserta pelatihan vokasi untuk memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja.

“Pelatihan harus didesain sesuai kebutuhan pasar kerja,” imbaunya.

Dia menjelaskan, prinsip dasar penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi adalah berorientasi pada kebutuhan dunia usaha, industri, kerja dan kewirausahaan.

Untuk itu, penyelenggaraan­nya menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan masyarakat.

Baca juga : Genjot Produktivitas Pertanian, Pupuk Indonesia Beri Kemudahan Akses Pupuk Petani

Sementara, Pengamat Ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Tadjudin Effendi mengatakan, Pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam menghadapi bonus demo­grafi hingga 2050.

Apalagi, diperkirakan angkatan kerja yang masuk ke fase kerja setiap tahun mencapai sekitar 2,5 juta orang.

Maka perlu dipikirkan upaya untuk menciptakan lapangan kerja yang memadai serta mengatasi hambatan yang masih ada di sektor ketenagakerjaan.

“Kalau tidak dipecahkan, akan menjadi malapetaka,” ingatnya.

Baca juga : Mahasiswa Palestina di Unhan Saksikan Pelepasan Kapal RS Indonesia ke Mesir

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 31/1/2024 dengan judul Pentingnya Kompetensi Untuk Produktivitas, Miris, Tingkat Pelatihan Kerja Di Indonesia Sangat Rendah     

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.