Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Setelah Cadar, Menag Fachrul Razi Kini Bicara Celana Cingkrang di PNS
Kamis, 31 Oktober 2019 14:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, menyinggung penggunaan celana cingkrang bagi pegawai negeri sipil (PNS). Pernyataan ini keluar setalah sebelumnya dia bicara mengenai wacana pelarangan cadar di kantor pemerintahan.
Pernyataan Fachrul soal celana cingkrang itu disampaikannya saat memaparkan visi kerja dalam dapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kamis (31/10). Fachrul awalnya menuturkan pengalamannya ketika memergoki salah satu pejabat BUMN tak menyanyikan lagu Indonesia Raya saat lagu kebangsaan itu diputar dalam sebuah acara. Pejabat BUMN itu malah mondar-mandir.
Baca juga : Jadi Menag, Jenderal Fachrul Razi Diminta Fokus Urusi Radikalisme
"Saya tanya, saya sebut namanya, 'Alfan apakah kamu sakit?' 'Siap, tidak Pak.' 'Kamu sakit! Kalau kamu tidak sakit pasti kamu hormat kepada Indonesia Raya karena kamu pegawai negeri dan kamu adalah abdi negara. Kalau kamu tidak hormat, keluar kamu'," cerita Fachrul dengan nada tinggi.
Baru setelah menceritakan soal itu, eks Wakil Panglima TNI itu menyinggung soal celana cingkrang yang dikenakan PNS. Menurutnya, penggunaan celana di atas mata kaki itu tak sesuai aturan berseragam di instansi pemerintah.
Baca juga : Fachrul Razi Banyak Diajak Ngobrol Jokowi Soal Keamanan, Pendidikan, dan SDM
"Kemudian masalah celana cingkrang itu tidak bisa dilarang dari aspek agama karena memang agama pun tidak melarang. Tapi dari aturan pegawai bisa, misal ditegur. 'Celana kok tinggi begitu? Kamu enggak lihat aturan negara gimana?' Kalau enggak bisa ikuti, keluar kamu," tegasnya lagi.
Dalam rapat yang juga dihadiri menteri-menteri di bawah Kemenko PMK itu, ia meminta semua kementerian sepakat melarang gerakan radikal di instansi pemerintah. "Sikap kita mesti sama. Kalau ada yang bersifat mendukung khilafah-khilafah itu kan mendukung negara lain, kamu dibayar Indonesia kamu harus hormat Indonesia. Kamu bisa berubah enggak? Kalau enggak bisa, keluar Indonesia! Keluar dari wilayah ini!" tandasnya. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya