Dark/Light Mode

Mentan: Pompanisasi Tingkatkan Produksi Beras Jateng 1,2 Juta Ton

Selasa, 23 April 2024 21:03 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat mengunjungi lokasi kegiatan program pompanisasi di Desa Kandang, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Selasa (23/4/2024). Foto: Istimewa
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat mengunjungi lokasi kegiatan program pompanisasi di Desa Kandang, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Selasa (23/4/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengunjungi salah satu lokasi kegiatan pompanisasi di Desa Kandang, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang.

Amran sebut pompanisasi sebagai solusi cepat untuk tingkatkan produksi beras nasional, termasuk Provinsi Jawa Tengah.

Pompanisasi ini bisa meningkatkan produksi beras (Jawa Tengah.red) sebanyak 1,2 juta ton. Kalau kita konversi ke dalam nilai uang, berarti setara Rp 10 triliun. Jadi bantuan yang kita berikan ini tidak seberapa bila dibandingkan nilai yang kita dapat,” ungkap Amran saat ditemui awak media saat melakukan kunjungan, Selasa (23/4/2024).

Dengan menggunakan pompa, sawah tadah hujan di Desa Kandang memanfaatkan Sungai Comal sebagai sumber air.

Baca juga : Gibran: Kompetisi Selesai, Waktunya Bergandengan

"Satu sisi sawah ini butuh air. Disisi lain air (di Sungai Comal.red) melimpah. Kemudian kita pertemukan air dengan sawah melalui pompanisasi. Inilah solusi cepat untuk tingkatkan produksi," jelasnya.

Amran pun mengharapkan semua pompa bisa cepat terpasang. "Kalau sudah terpasang semua, saya akan berkunjung lagi," janjinya.

Menurut Amran, pompanisasi bisa meningkatkan produksi antara tiga hingga empat juta ton. Jika produksi bisa meningkat, Ia meyakini pendapatan petani juga bisa turut meningkat.

"Ini yang kita harapkan, produksi meningkat, pendapatan petani bertambah, dan NTP pun ikut naik," tutur Amran.

Baca juga : Lewat Pompanisasi, Jabar Akselerasi Perluasan Areal Tanam Sawah Tadah Hujan

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ali Jamil menjelaskan, percepatan tanam dengan pompanisasi ini untuk meningkatkan ketersediaan air irigasi, percepatan olah tanah dan tanam untuk meningkatkan produksi pangan.

"Akan dilakukan intervensi pompanisasi untuk percepatan tanam. Kementan mendorong petani untuk memanfaatkan sumber-sumber air untuk percepatan tanam. Mereka belum tanam biasanya problemnya karena air belum sampe ke sawah. Sumber air ada tapi belum sampai ke lahan, misal letak sawah lebih tinggi dari sungai, jadi perlu dipompa," kata Ali Jamil.

Di Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang, potensi hamparan sekitar 321 hektare yang melewati 5 desa. Antara lain Desa Kebojongan, Kandang, Wonokromo, Susukan dan Klegan.

"Setelah ada bantuan pompa air harapannya pertanaman bisa dilakukan hingga dua kali. Karena dengan pompanisasi percepatan tanam di Desa Kandang dapat optimal," ujar Ali Jamil.

Baca juga : Duet Kesit dan Theo M Yusuf Diyakini Tingkatkan Kinerja PWI Jaya 2024-2029

Untuk Pemalang sendiri, lanjut Ali Jamil, memiliki luas lahan tadah hujan seluas 6.395 hektare. Sementara total bantuan pompa sebanyak 218 unit, terdiri dari 26 unit untuk Brigade Kabupaten, 16 unit untuk Brigade Kodim, dan 176 unit untuk kelompok tani di Kabupaten Pemalang.

"Dari total bantuan pompa ini dapat memmenuhi coverage area seluas 3.375 hektare. Untuk antisipasi kemarau mendatang bila diperlukan ditambah pompa 6 inchi dengan menyedot air," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.