Dark/Light Mode

Jokowi Resmikan Tiu Suntuk, NTB Jadi Provinsi Dengan Bendungan Terbanyak

Kamis, 2 Mei 2024 15:05 WIB
Presiden Jokowi meresmikan bendungan Tiu Suntuk di Sumbawa Barat, NTB, Kamis (2/5/2024). (Foto: BPMI/Setpres)
Presiden Jokowi meresmikan bendungan Tiu Suntuk di Sumbawa Barat, NTB, Kamis (2/5/2024). (Foto: BPMI/Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi meresmikan Bendungan Tiu Suntuk, di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (2/5/2024). Bendungan tersebut menjadi salah satu bendungan terbesar dari tujuh bendungan yang ada di Provinsi NTB.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini saya resmikan Bendungan Tiu Suntuk, di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat," kata Presiden membuka sambutannya.

Baca juga : Resmikan Kantah Bekasi, Wamen ATR: Drive Thru Jadi Layanan Paripurna Masyarakat

Presiden juga menegaskan bahwa air merupakan kunci bagi kehidupan manusia di saat ini dan yang akan datang. Apalagi, perubahan iklim yang terjadi saat ini menjadikan air sebagai elemen yang sangat penting bagi kebutuhan manusia.

"Sekali lagi air menjadi sangat penting bagi kehidupan kita, utamanya di NTB. Baik itu untuk pertanian, baik itu juga untuk air baku, air minum kita," ungkap Presiden.

Baca juga : Rayakan Idul Fitri, Sarinah Hadirkan Produk Fashion dan Kriya Terbaik Indonesia

Sebab itu, Presiden menyebut bahwa pemerintah telah melakukan pembangunan tujuh bendungan di Provinsi NTB dalam 10 tahun terakhir. Presiden juga mengatakan bahwa NTB menjadi provinsi yang paling banyak memiliki bendungan.

"Pemerintah dalam 10 tahun ini telah membangun tujuh bendungan di NTB, hanya di NTB, paling banyak dan Bendungan Tiu Suntuk ini menjadi salah satu bendungan besar," ucap Presiden.

Baca juga : Tidak Ada Korelasi Bansos Dengan Kemenangan Prabowo-Gibran

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa bendungan yang pembangunannya menghabiskan anggaran Rp 1,4 triliun tersebut memiliki kapasitas hingga 60,8 juta meter kubik. Bendungan tersebut juga diyakini akan dapat memberikan sejumlah manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

"Manfaatnya untuk irigasi 1.900 hektare, untuk air baku 680 liter per detik, dan juga bisa mereduksi adanya banjir di sekitar Sumbawa Barat," tutur Presiden. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.