Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Bulan Juni dikenal sebagai bulan Pancasila. Pada bulan tersebut, Indonesia memperingati hari lahirnya Pancasila, tepatnya pada 1 Juni.
Pancasila merupakan 5 prinsip dasar ideologi dan moral bangsa Indonesia. Seiring perkembangan zaman, implementasi nilai Pancasila juga perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi yang sangat pesat.
Contoh nyata bahwa nilai Pancasila tidak tertanam saat beraktivitas di dunia digital adalah adanya tindak kejahatan yang melibatkan digital sebagai medianya, seperti judi online, penipuan, dan lain-lain.
Baca juga : Di Tengah Serangan Israel, Warga Palestina Salat Idul Adha Di Masjid Al-Aqsa
Untuk mengingatkan kembali prinsip dan norma yang terkandung dalam Pancasila terhadap masyarakat dalam beraktivitas di dunia digital, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mengadakan webinar Obral Obrol Digital bertema “Bulan Juni Bulan Pancasila, Apa Itu Budaya Digital” yang digelar secara daring pada Sabtu (15/6/2024).
Jika dilihat dari proses terbentuknya, Pancasila merupakan produk dasar negara yang dibentuk oleh para pendiri bangsa.
Memaknai sejarah terbentuknya Pancasila menjadi salah satu cara untuk dapat menanamkan prinsip dan norma Pancasila di dalam diri masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga : Percepat Inklusi Keuangan, Yup Kolaborasi Bank Raya Buka Akses Perbankan Digital
“Pancasila memiliki prinsip yang kalau diterapkan memiliki manfaat yang sangat besar bagi kita-kita sebagai anggota dari bangsa ini,” ujar Yosi Mokalu, Dewan Pengarah Siberkreasi yang menjadi salah satu pembicara dalam webinar tersebut.
Pendiri Historia Indonesia, Asep Kambali menyebut Pancasila adalah aturan main setiap masyarakat dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk saat beraktivitas di dunia digital.
“Kita di dalam hidup ini diatur dengan Pancasila dan Pancasila ini prinsip paling atas ideologi negara. Dia adalah acuan dalam hidup. Sumber dari segala sumber hidup kita,” ujar Asep.
Baca juga : Guru Besar UGM: BPIP Saja Yang Direvitalisasi
Seiring perkembangan teknologi, ruang lingkup kehidupan manusia semakin luas. Kapan saja, semua orang dapat berinteraksi dengan orang lain baik lokal, maupun mancanegara.
Dengan menanamkan nilai dan prinsip Pancasila dalam berbudaya digital, masyarakat Indonesia berarti menunjukan jati diri bangsa kepada seluruh dunia.
Hal ini tentunya menjadi cita-cita para pendiri bangsa terdahulu yang ingin Indonesia dihormati, disegani dan bermartabat di mata dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya