Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Teken MoU, KLHK & Bezos Earth Fund Wujudkan Target NDC-FOLU Net Sink 2030
Rabu, 26 Juni 2024 16:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri LHK, Siti Nurbaya dan Senior Fellow BEF, Lord Zac Goldsmith menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada acara Oslo Tropical Forest Forum (OTFF) 2024 di Norwegia, Selasa (25/6).
MoU ini bertujuan untuk mencapai tujuan Indonesia berdasarkan rencana kerja upaya-upaya pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) dan FOLU Net Sink 2030. Kerja sama ini juga disaksikan oleh Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia, Andreas Bjelland Eriksen.
"Kerja sama ini untuk mendukung kerja multipihak dari sektor swasta dan filantropi, serta kesejahteraan masyarakat lokal dan adat. Saya menyakini bahwa kemitraan baru ini akan sangat produktif di tahun-tahun mendatang," ujar Siti dalam keterangannya, Rabu (26/6).
Penandatanganan dilanjutkan dengan diskusi Menteri LHK Siti dan Lord Zac Goldsmith tentang langkah-langkah kunci penanganan deforestasi Indonesia dan kekuatan kebijakan sektor kehutanan di Indonesia yang intinya adalah 'high politics and strong actions'.
Baca juga : Pertamina Komitmen Untuk Wujudkan Target Nol Emisi Tahun 2060
Menteri dari Partai NasDem ini mengatakan, kerja sama ini merupakan wujud implementasi dari perintah Presiden Joko Widodo, dan terbukti di akhir dekade pemerintahan ini Indonesia telah berbuat nyata bukan sebatas janji untuk aksi iklim dan deforestasi.
Dalam sambutannya, Ia menyampaikan kerja sama ini merupakan komitmen bersama atas sejumlah hal. Pertama, dukungan terhadap Kepemimpinan Iklim Indonesia. Mengakui target ambisius Indonesia untuk mencapai penyerapan bersih karbon dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya pada tahun 2030, sejalan dengan perjanjian internasional seperti Perjanjian Paris dan Konvensi Keanekaragaman Hayati.
Kedua, perluasan upaya konservasi. Komitmen untuk memperluas target perhutanan sosial, termasuk pengakuan hukum atas hutan adat, yang ditujukan untuk konservasi keanekaragaman hayati dan praktik pengelolaan lahan berkelanjutan. Ketiga, pembentukan kawasan konservasi: inisiatif untuk mengelola kawasan konservasi yang ada dan membangun Taman Nasional baru di kawasan keanekaragaman hayati utama, untuk menjaga keanekaragaman ekologi dan meningkatkan ketahanan lingkungan.
Keempat, Kemitraan inovatif dalam pengembangan kemitraan konsesi konservasi mencakup wilayah yang luas dan bertujuan untuk memperluas secara cepat guna melindungi ekosistem penting melalui izin inovatif dan revisi rencana bisnis. Kelima, Dialog Kebijakan dan Penyelarasan Teknis: Fasilitasi dialog kebijakan untuk menyelaraskan metodologi Indonesia dengan standar global, memastikan pengakuan dan dukungan internasional terhadap praktik kehutanan dan penggunaan lahan yang berkelanjutan.
Baca juga : KLHK Incar Penerapan FOLU Net Sink Di 2030
Keenam, Keterlibatan Multi-sektoral: Keterlibatan dengan beragam pemangku kepentingan, termasuk komunitas lokal dan mitra internasional, untuk memastikan strategi implementasi yang komprehensif dan inklusif.
"Kemitraan ini menggarisbawahi komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, konservasi keanekaragaman hayati, dan ketahanan iklim. Hal ini memanfaatkan keahlian dan sumber daya untuk mencapai dampak transformatif pada lanskap lingkungan hidup Indonesia," tutur Siti.
Ia pun bersyukur bisa berkolaborasi dengan BEF yang merupakan filantropi besar dunia. Siti meyakini dengan dukungan ini semakin bisa terwujudkan kerja bersama antar semua stakeholders, yakni Pemerintah, Pemda, LSM, dunia usaha dan komunitas. Khususnya untuk penguatan konservasi dan kinerja restorasi hutan, serta hutan adat.
“Kita akan terus bekerja untuk Indonesia dan planet Bumi," imbuh Siti.
Baca juga : KLHK Teken MoU Kolaborasi Dengan IOJI Dan ICEL Dukung FOLU Net Sink 2030
Hadir dalam acara OTFF dan penandatanganan MoU Delegasi Indonesia yang terdiri dari pejabat KLHK dan para tokoh LSM bidang Kehutanan dan Lingkungan, selain mitra kerja internasional dan dari media asing.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya