Dark/Light Mode

Waka BRIN Perkuat Riset Limbah Elektronika

Selasa, 9 Juli 2024 19:50 WIB
Waka BRIN Prof Amarulla Octavian melaksanakan kunjungan kerja ke PT Citra Asia Raya, di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (9/7/2024). (Foto: Dok. BRIN)
Waka BRIN Prof Amarulla Octavian melaksanakan kunjungan kerja ke PT Citra Asia Raya, di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (9/7/2024). (Foto: Dok. BRIN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Waka BRIN) Prof Amarulla Octavian melaksanakan kunjungan kerja ke PT Citra Asia Raya, di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (9/7/2024). Waka BRIN didampingi 8 Periset BRIN dari Organisasi Riset Energi dan Manufaktur. Kedatangan mereka diterima langsung Direktur PT Citra Asia Raya Irwan, General Manager, beserta staf direksi.

Selama ini, proses pengolahan limbah elektronika menerima berbagai peralatan elektronika (TV, CPU, server, laptop, tablet, HP, dan lain-lain) yang memiliki tingkat kerusakan ringan hingga berat. Proses dimulai dengan memilah limbah elektronika sesuai dengan komponen untuk diekstraksi kandungan unsur logam, plastik, dan karet.

Baca juga : Pertamina Perkuat Jargas Untuk Transisi Energi

Saat ini unsur limbah karet dan plastik sudah bisa dilakukan daur ulang menjadi produk turunan yang bermanfaat, sementara unsur logam dari berbagai jenis masih dilebur menjadi satu material campuran Ingot. Proses pengolahan tersebut dinilai masih memiliki keterbatasan margin keuntungan ketika diekspor.

Setelah berdiskusi dan mencermati langsung semua peralatan, bahan baku, kualitas SDM operator, kondisi lingkungan, hingga tingkat teknologi yang dikuasai, maka dipandang penting bagi BRIN untuk melakukan riset lanjutan. Tujuannya, agar tercipta teknologi yang mampu melakukan ekstraksi limbah unsur logam sesuai dengan jenis logam masing-masing, seperti timbal, tembaga, aluminum, merkuri, arsenik, dan lain-lain. Dengan inovasi baru tersebut, maka semua limbah unsur logam akan memiliki daya jual lebih tinggi untuk dilakukan daur ulang.

Baca juga : Rangkul Australia, OJK Perkuat Climate Risk Management Industri Perbankan

Prof Amarulla Octavian berpendapat, hasil kunjungan kerja tersebut juga berguna bagi periset BRIN melakukan riset teknologi mengelola limbah battery lithium. Dengan program pemerintah untuk mendorong pemanfaatan kendaraan listrik, maka teknologi BRIN berikutnya diharapkan dapat melakukan daur ulang battery lithium.

Semua riset teknologi daur ulang limbah elektronika dipastikan memiliki nilai strategis karena juga ditujukan untuk menjaga kelestarian lingkungan mengingat semua limbah elektronika mengandung zat berbahaya dan bahan beracun. 
Prof Amarulla Octavian berpandangan bahwa di masa depan tidak saja daur ulang limbah battery lithium yang dibutuhkan tetapi juga penting menguasai teknologi daur ulang limbah panel surya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.