Dark/Light Mode

12 Ribuan Anak Alami Penyakit Jantung Bawaan

Dokter Asing Untuk Bantu Selamatkan Nyawa Indonesia

Rabu, 10 Juli 2024 08:10 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kiri saat bertemu dengan Tim KSRelief, tim dokter dari Arab Saudi. (Foto: Istimewa).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kiri saat bertemu dengan Tim KSRelief, tim dokter dari Arab Saudi. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Banyak yang tidak tahu, bahwa penyakit jantung bawaan di Indonesia adalah masalah yang sangat serius. Setiap tahun 4,8 juta bayi lahir. Dan 0,025 persen atau sekitar 12 ribu diantaranya terdiagnosis penyakit jantung bawaan. Hanya 6 ribu orang yang bisa ditangani dokter kita. Sebagian besar, meninggal dunia.

Mengapa tak bisa diobati semuan­ya? Dokter spesialis yang ahli me­nangani penyakit ini, jumlahnya sangat sedikit. Di Indonesia hanya terdapat sekitar 200-an dokter bedah jantung, atau dokter bedah torax cardiac vaskular. Sangat jauh dari kebutuhan. Sehingga, bantuan dokter spesialis dari negara lain untuk men­gobati anak-anak dan para penderita penyakit jantung di Indonesia, seharusnya disambut dengan baik.

Selama ini, banyak sekali kasus-kasus jantung anak di daerah, rujukannya ke Jakarta. Sebagian besar dokter ahli bedah jantung memang praktek di Jakarta. Rumah sakit di Jakarta pun memiliki antrean pan­jang untuk jadwal operasi.

 

Tampak tim dokter KSRelief, tim dokter dari Arab Saudi sedang menangani pasien penderita penyakit jantung. (Foto: Istimewa)

Baca juga : Dari Awal Banyak Kejanggalan, Semoga Bisa Dijadikan Pelajaran

 

Dari website Kemenkes, kita mendapat kisah salah satu pasien di Medan. Namanya Andi (14 tahun), terdeteksi penyakit jantung sejak usia 6 tahun. Di usia 10 tahun, mengalami sesak nafas yang hebat dan dokter merujuknya ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta. Namun, keluarganya tidak mampu. Biaya operasi mungkin bisa gratis melalui BPJS Kesehatan. Tetapi, tidak semua orang punya uang untuk handel biaya selama berada di Jakarta.

Bulan April yang lalu, Andi kem­bali mengalami sesak nafas yang berat, dan dirawat lagi di RS Adam Malik, Medan. Dokter lagi-lagi menyarankan perawatan dan operasi di Jakarta. Keluarganya bingung.

Beruntung, Mei lalu ada King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSRelief), tim dokter dari Arab Saudi datang membantu di sana. Andi pun daftar menjadi pasien yang dioperasi oleh tim itu, dan berhasil dengan baik. Dia sangat senang. Orang tuanya bahagia, Andi bisa diselamatkan.

Baca juga : Guspardi Gaus: Sampaikan Saja, Nanti Kami Bongkar Di DPR

Pasien lain, bernama Binsar menderita jantung bocor sejak kelas 5 SD. Sampai usia 16 tahun, dia bolak balik rawat jalan di beberapa rumah sakit di Medan. Sering kali mudah lelah, dan mengeluarkan darah dari mulut dan hidung. Diagnosis dari RS Adam Malik harus dioperasi, dan dirujuk ke Jakarta. Tapi, lagi-lagi problem-nya karena keterbatasan biaya. Pada 25 Juni, Binsar dioperasi oleh dokter-dokter KSRelief. Dan berhasil. Saat ini sedang pemulihan. “Terimakasih untuk tim dokter dari Arab Saudi dan dokter di RS Adam Malik yang menolong anak saya,” kata Rominu Marpaung, orang tua Binsar, senang. Orang tua, di mana­pun pasti bahagia saat anaknya yang sakit bisa dirawat dan diobati. Oleh siapapun dokternya, dan dari bangsa apapun dokternya berasal.

Operasi jantung yang dilakukan RS Adam Malik dan KSRelief berhasil menangani 25 pasien. Dilakukan dalam dua batch. Pertama pada 20-27 Mei 2024 untuk pasien dewasa. Dan sesi kedua 25 Juni sampai 2 Juli 2024 untuk pasien anak-anak. Operasi jantung ter­golong jenis operasi yang sangat sulit, rumit. Dibutuhkan keahlian khusus dan detail serta melibatkan banyak dokter spesialis bidang lainnya.

Kedatangan KSRelief adalah buah dari hubungan baik antara Pemerintah Indo­nesia dan Kerajaan Arab Saudi. Bahkan Presiden Jokowi dan Raja Salman bin Abduaziz al-Saud adalah sahabat baik. Sebagai bestie-nya Jokowi, Raja Salman dengan senang hati membantu, saat mengetahui ada persoalan kesehatan yang serius di Indonesia. Tim KSRelief yang dikirimnya berisi dokter-dokter jantung terbaik dan berpengalaman.

“Ini adalah bantuan kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa anak-anak Indonesia. Sekaligus menjadi sarana belajar untuk dokter-dokter kita. Ada transfer ilmu,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam perbicangan singkat dengan Rakyat Merdeka, Senin (8/7/2024) malam, di kediamannya.

Baca juga : Idham Holik: Tantangan Kami Untuk Tingkatkan Kinerja

Menkes menceritakan, dia datang ke RS Adam Malik Medan dan bertemu tim dokter dari KSRelief. Juga ber­bicara dengan dokter dan tim medik Indonesia yang kerja bareng dalam operasi itu, pada akhir Juni lalu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.