Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemendes PDTT: Teknologi Tepat Guna Ubah Desa Menjadi Maju Dan Mandiri
Selasa, 16 Juli 2024 09:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyatakan, Teknologi Tepat Guna (TTG) merupakan bagian dari implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Desa Ke-9.
Implementasi SDGs Desa Ke-9 yang dimaksud adalah infrastruktur dan inovasi sesuai kebutuhan yang titik tumpunya pada teknologi.
Hal ini diperlukan untuk mengoptimalkan pendayagunaan seluruh aspek sumber daya lokal baik alam, manusia, teknologi, dan sosial secara berkelanjutan.
Hal itu menunjukkan, TTG adalah kunci penting dalam membangun desa untuk membawa pada status maju hingga mandiri.
Kepala Badan Pengembangan Informasi (BPI) Kemendesa PDTT Ivanovich Agusta mengatakan, keterkaitan TTG dengan SDGs Desa adalah SDGs Desa ke-9, yaitu infrastruktur dan inovasi desa sesuai kebutuhan.
Baca juga : Mendes: Semua Pihak Harus Bantu Pasarkan Teknologi Tepat Guna
“Tahun ini, Gelar TTG ke-25 sekaligus bertepatan dengan perayaan Hari SDGs Desa pada 14 Juli 2024," kata Ivan, dalam Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (GTTGN) ke-25 di Lapangan Islamic Center Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (15/7/2024).
Adapun TTGN ke-25 yang diikuti berbagai provinsi di Indonesia setiap tahun membawa dampak positif, khususnya dalam mendorong kemandirian desa dengan memajukan ekonomi lokal.
Dengan teknologi tepat guna yang semakin berkembang dan tidak tergerus zaman, setiap desa bisa mencapai status mandiri dan desa tertinggal pun berhasil dientaskan, seperti yang terjadi di NTB.
Ivan menyebut, berbagai inovasi TTG membawa dampak signifikan terhadap beberapa sektor di NTB.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin mengatakan, inovasi TTG tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Baca juga : Ciri Khas Teknologi Tepat Guna, Gus Halim: Kearifan Lokal Dan Berkelanjutan
Namun juga, mendorong ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengentaskan desa sangat tertinggal.
Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) 2022, jumlah desa tertinggal sebanyak 55 desa. Pada 2023, jumlah desa tertinggal turun menjadi 7 desa.
“Pada 2024, tidak ada lagi desa tertinggal di NTB dari total 1.021 desa di NTB,” ujarnya.
Adapun Gelaran TTGN ke-25 digelar sejak 14-17 Juli 2024 di Lombok, NTB dan diikuti peserta dari 20 provinsi dalam kategori lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna diikuti peserta dari 20 provinsi.
Kategori Teknologi Tepat Guna Unggulan diisi peserta dari 17 provinsi. Kemudian, kategori Pos Pelayanan Teknologi diikuti 14 provinsi.
Baca juga : Puluhan Inovasi Teknologi Tepat Guna Untuk Desa Siap Dipamerkan Di Lombok
Kategori Inovasi Teknologi Tepat Guna dimenangkan Provinsi Bangka Belitung, NTB, Lampung, dan Banten.
Sementara itu, pemenang kategori Teknologi Tepat Guna Unggulan adalah Provinsi Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur.
Juara kategori Posyantek Desa/Kelurahan Berprestasi adalah Provinsi Jawa Barat, Banten, Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, dan Kalimantan Utara. Adapun juara favorit diraih Kepulauan Riau, NTB, dan Aceh Besar.
Hadir dalam pembukaan TTGN ke-25 Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar didampingi Wakil Mendesa PDTT Paiman Raharjo.
Kemudian, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Taufik Madjid, bersama para pejabat tinggi pimpinan madya dan pratama kementerian/lembaga, para gubernur, kepala dinas, bupati, wali kota, dan pendamping desa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya