Dark/Light Mode

Duet Tama-Angela Bidik Pariwisata Jadi Penyumbang Devisa Terbesar

Sabtu, 23 Nopember 2019 12:41 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio dan Wamen Angela Tanoesoedibjo. (Foto: ist)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio dan Wamen Angela Tanoesoedibjo. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo menargetkan sektor pariwisata sebagai penyumbang devisa terbesar. Salah satu caranya dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. 

"Dengan didukung ekonomi kreatif, menjadikan sektor ini bisa menjadi penghasil devisa terbesar di Indonesia," ujar Tama-sapaan akrab Wishnutama seperi ditulis Sabtu (23/11).

Untuk itu, kata Tama, koordinasi dengan sejumlah kementerian telah dilakukan. Menurutnya, untuk memajukan pariwisata membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Akselerasi dari hal-hal yang sebelumnya telah berjalan pun dilakukan. 

Strategi ke depan, Kemenparekraf akan membuat event-event yang menarik wisatawan untuk datang. "Calendar of events, selain keindahan alam juga event-nya bisa menampilkan budaya, seni dan kreativitas supaya jadi salah satu nilai jual. Bukan hanya keindahan alam, tapi juga bagaimana daerah itu jadi lebih menarik," tuturnya.

Berita Terkait : Natal dan Tahun Baru, Penumpang Kapal Terkerek 1,84 persen

Sebagai contoh, gelaran MotoGP yang rencananya digelar di Mandalika, Nusa Tenggara Barat akan dikemas lengkap dengan konser musik hingga pasar malam. Para pelaku industri kreatif dari berbagai daerah bisa menjual produk-produknya selama gelaran tersebut. 

Setiap daerah, lanjut Tama, memiliki karakter atau kekuatan yang berbeda. Jadi, target, event dan cara pengemasannya pun akan berbeda. "Ada daerah yang premium, ada yang massal. Ada yang kuantitas, ada kualitas," jelasnya. 

Untuk detail target waktu, menurutnya masih membutuhkan feasibility study alias studi kelayakan, kesempatan maupun stabilitas. 

Namun, dia sudah memasang target, pariwisata harus bisa menjadi penghasil devisa terbesar di bawah lima tahun. "Harus di bawah lima tahun, pariwisata jadi penghasil devisa terbesar," tegas Tama. 

Berita Terkait : Tantangan Pendidikan Harus Diatasi dengan Sinergi

Angela memuji kinerja Tama yang dinilai cekatan dan mampu menjalin komunikasi dengan setiap kementerian dan badan pemerintah guna mempermudah kinerja Kemenparekraf ke depan. "Mas Tama orangnya kerja cepat. Terus, koordinasi ke semua kementerian bagus," kata Angela.

Sebagaimana diketahui, Kemenparekraf telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan badan pemerintahan. Seperti Kementerian PUPR, Perhubungan, Kemendikbud, BNPB hingga Kapolri. Koordinasi tersebut dimaksudkan agar visi misi industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia bisa disokong oleh banyak pihak.

Ada lima destinasi wisata super prioritas yang terus dikembangkan Kemenparekraf yakni Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika dan Likupang. Dari lima destinasi tersebut ditargetkan tambahan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 6 juta. 

Rinciannya, Danau Toba 1 juta wisman, Borobudur dan Mandalika masing-masing 2 juta wisman, sementara Labuan Bajo dan Likupang masing-masing 500 ribu wisman. Tambahan 6 juta kunjungan wisman akan memberikan tambahan devisa sekitar 7,3 miliar dolar AS. Perhitungan tersebut mengacu pada rerata pengeluaran atau spending wisman di Indonesia sekitar 1.220 dolar AS per kunjungan.

Berita Terkait : Pemindahan Ibu Kota Harus Jadi Penyeimbang Barat dan Timur

Tercatat, kunjungan wisman ke Indonesia naik signifikan sepanjang 2015-2017. Pada 2015 sebanyak 10,41 juta, tahun 2016 menjadi 12,01 juta dan tahun 2017 naik jadi 14,04 juta. Sampai Agustus 2018, jumlah wisman tercatat 10,58 juta. Wisatawan nusantara juga terus naik. Pada 2015 sebanyak 256 juta wisman, 2016 berkembang menjadi 264,33 juta dan meningkat menjadi 270,82 juta pada 2017. 

Sementara itu, sumbangan devisa dari sektor pariwisata terus meningkat. Jika pada 2017 angkanya 15 miliar dolar AS, maka pada 2018 devisa dari sektor pariwisata mencapai angka 19,29 miliar dolar AS. [DIT]