Dark/Light Mode

BKKBN Tolak Perzinahan, Alat Kontrasepsi Hanya Digunakan Oleh Yang Sudah Nikah

Rabu, 7 Agustus 2024 11:12 WIB
Acara Jajaki, Layani, dan Input Data ke dalam Elsimil bagi Calon Pengantin, di Kota Subulussalam, Aceh, Selasa (6/8/2024). (Foto: Dok. BKKBN)
Acara Jajaki, Layani, dan Input Data ke dalam Elsimil bagi Calon Pengantin, di Kota Subulussalam, Aceh, Selasa (6/8/2024). (Foto: Dok. BKKBN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dokter Hasto, menegaskan BKKBN sangat menentang perzinahan. Kontrasepsi harus digunakan sasaran yang tepat.

Hal tersebut disampaikan dokter Hasto saat menyampaikan paparannya pada kegiatan Jajaki, Layani, dan Input Data ke dalam Elsimil bagi Calon Pengantin (Jalin Catin), di Aula Pendopo Kota Subulussalam, Aceh, Selasa (6/8/2024).

"Remaja itu memang unik. Remaja yang menjelang nikah harus ingat, Undang-Undang itu diperbolehkan beli alat kontrasepsi dengan anak umur 15, 16, 17 asalkan sudah menikah," ucapnya.

Maka dari itu, lanjut dokter Hasto, yang diberikan alat kontrasepsi jangan yang masih SMP dan belum menikah. "Yang diperbolehkan beli alat kontrasepsi sebetulnya harus disesuaikan dengan norma agama juga. Yang mau nikah berjanji sebelum sah jangan melakukan hubungan seks," tegas dokter Hasto.

Baca juga : Mohammad Syahril: Hanya Untuk Remaja Yang Sudah Menikah

Dia melanjutkan, laki-laki mudah sekali terangsang karena pandangan. "Maka, jagalah aurat para perempuan apalagi yang masih muda-muda. Pesan saya tutuplah aurat," pesannya.

Ia juga mengatakan volume otak manusia memengaruhi keadaan otaknya. Semakin lengkap terbentuk dengan baik akan semakin cerdas.

"Maka, kita siapkan hal itu sedari arau sesudah menikah. Bahkan sebelum nikah atau 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) harus sudah kita siapkan," ujarnya.

Dokter Hasto mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada kepala puskesmas yang ada di Kota Subulussalam yang telah memeriksa kesehatan para calon pengantin (catin) sebelum menikah. Dokter Hasto mengimbau agar para catin juga mengkonsumsi makanan bergizi seimbang.

Baca juga : Kemenkes: Alat Kontrasepsi Hanya Untuk Pasangan Yang Sudah Menikah

"Daging sapi dan lele lebih baik lele, karena protein lele lebih tinggi dari daging sapi. Omega 3 dan DHA-nya lebih tinggi dari daging sapi yang mengandung lemak jenuh. Ingat ya semua ikan sangat baik," ucapnya.

Dokter Hasto juga berpesan untuk mendidik anak sesuai zamannya. "Karena anak tidak dilahirkan di zamanmu. Itu arahan para ulama yang saya kutip. Maka dari itu, kita yang menyesuaikan, bukan anak-anak kita yang menyesuaikan dengan kita," terangnya.

Tak lupa dokter Hasto juga mengingatkan bahwa catin harus belajar dan memperhatikan panjang badan anak. "Nanti kalau punya anak usia tiga tahun gendut, jangan gembira kalau panjang/tingginya tidak sesuai dengan umurnya," tambah dokter Hasto.

Pada kesempatan ini, dokter Hasto juga berpesan agar para perempuan jangan melakukan hubungan seks saat menstruasi, karena alat kelamin tidak ada yang bersih. "Kalau masih mens lalu hubungan seks dan pada saat kontraksi, puncaknya, darah menstruasi itu akan naik kembali," terangnya.

Baca juga : Petahana Empat Lawang Nggak Ada Yang Melawan

"Kalau sebelum nikah mensnya tidak sakit dan setelah nikah menjadi sakit, jangan-jangan anda sudah pernah hubungan seks pada saat mensnya belum bersih. Itulah kenapa agama melarang pada saat nifas tidak boleh berhubungan seks. Ternyata clear, akan menimbulkan penyakit, salah satunya endometriosis," ujar dokter Hasto.

Pengukuhan DPC IPeKB

Pada hari yang sama, dokter Hasto juga menyaksikan Pengukuhan Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia (DPC-IPeKB) Kota Subulussalam Masa Bakti Tahun 2024-2028, yang beranggotakan 38 orang.

Dokter Hasto juga melakukan peninjauan ke lokasi pemeriksaan calon pengantin, serta melakukan peletakan batu pertama pembangunan fasilitasi sarana air bersih bagi masyarakat. Terutama bagi keluarga berisiko stunting di wilayah Kampung Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. 

Setelah itu, dokter Hasto beserta jajaran juga menghadiri Gala Dinner dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-31 Tahun 2024 Tingkat Provinsi Aceh. Gala dinner berlangsung di Pendopo Kabupaten Nagan Raya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.