Dark/Light Mode

Efek Gejolak Ekonomi Global Sangat Cepat

Kadin: Pebisnis Jangan Terlena Oleh Data Makro

Senin, 1 Juli 2024 07:05 WIB
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonomi makro Indonesia dalam kondisi baik-baik saja. Namun demikian, para pelaku usaha diingatkan agar tetap waspada. Sebab, jika terjadi gejolak pada ekonomi global, dampaknya sangat cepat.

Pengusaha optimistis Pemerintah jauh lebih siap dalam menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan saat krisis moneter pada 1998. Meski begitu, anjloknya rupiah harus tetap diwaspadai seiring dengan ketidakpastian ekonomi global.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan kondisi ekonomi global. Khususnya yang disebabkan oleh penguatan dolar AS di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Baca juga : OJK Perkuat Climate Risk Management

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi mengganggu rantai pasok (supply chain). Hal ini dapat berujung pada melonjaknya biaya operasional perusahaan, seperti bahan baku, logistik dan transportasi.

Karena itu, Kadin mengimbau pemangku kepentingan terkait untuk berhati-hati terhadap dampak gejolak ekonomi global. Terutama bagi pihak-pihak yang sangat bergantung pada nilai tukar, seperti importir dan pemegang utang dalam nominal dolar AS.

“Secara makro ekonomi, kita baik-baik saja. Tapi harus waspada, jangan terlena. Yang harus diwaspadai adalah apapun yang terjadi sekarang di luar (kondisi global), efek itu sangat cepat kepada Indonesia,” kata Arsjad kepada Rakyat Merdeka, pada akhir pekan.

Baca juga : Banyak Dikeluhkan Orangtua, PPDB DKI Amburadul

Bos PT Indika Energy ini menilai, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disebabkan oleh faktor eksternal.

Dia menyarankan masyarakat untuk melihat fluktuasi kurs dolar AS dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

“Kita jangan membuat keadaan menjadi ricuh. Kita lihat dari sisi positifnya. Saya yakin Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sudah lebih siap dibandingkan dahulu kala,” ujar jebolan Pepperdine University, California, Amerika Serikat (AS) ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.