Dark/Light Mode

Ini Janji Satgas Penurunan Harga Tiket Pesawat

Semester Pertama 2025 Harga Tiket Sudah Turun

Sabtu, 21 September 2024 07:25 WIB
Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf Wisnu Sindhutrisno. (Foto: Istimewa)
Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf Wisnu Sindhutrisno. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memastikan seluruh anggota Satuan Tugas (Satgas) Penurunan Harga Tiket Pesawat terus berkoordinasi dan bekerja agar harga tiket pesawat bisa turun. Targetnya, semester pertama tahun depan ada hasil kerja yang bisa dilihat publik.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf Wisnu Sindhutrisno menyatakan, Satgas Penurunan Harga Tiket Pesawat bekerja lintas kementerian dan lembaga.

Menurutnya, Satgas terus melakukan komunikasi dan koordi­nasi dengan semua pihak, karena harga tiket pesawat melibatkan banyak komponen.

“Misalnya, harga bahan bakarnya (avtur). Kemudian komponen pajaknya, pengaturan jadwal pen­erbangan, hingga pola perjalanan ke destinasi wisata,” ujar Wisnu di Jakarta, Jumat (20/9/2024).

Baca juga : KPU Jateng Akan Gelar Tiga Kali Debat Terbuka

Dia meyakini, komunikasi dan koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang dilakukan Satgas akan membuahkan hasil dan manfaat bagi masyarakat.

Meski tidak bisa sama seperti harga tiket pesawat sebelum terjadinya pandemi Covid-19, Wisnu menjanjikan, harga tiket pesawat bisa turun pada semes­ter pertama tahun depan.

“Ada berbagai tantangan yang kami jajaki. Kami pilah satu-satu dan kami petakan. Ini (penurunan harga) bukan hanya urusan pener­bangan untuk wisata. Ini mencakup hampir semua segi kehidupan manusia, mulai dari bisnis sampai kunjungan keluarga,” jelasnya.

Pihaknya mendorong wisatawan menggunakan moda trans­portasi selain pesawat, seperti kereta api, kendaraan melalui jalur darat atau kapal feri, untuk mendatangi berbagai destinasi wisata di Tanah Air saat peak season.

Baca juga : DKI Ngarep Bisa Tekan Amukan Si Jago Merah

Imbauan agar masyarakat menggunakan berbagai moda transportasi untuk mendatangi berbagai destinasi wisata, bukan sekadar soal waktu atau biaya. Penggunaan berbagai moda transportasi akan ikut mendo­rong peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan masyarakat.

“Dari Kemenparekraf, kami mendorong promosi dan ketert­iban ke destinasi pariwisata. Jadi, tidak hanya terfokus pada pener­bangan. Bisa lewat jalan darat atau laut. Misalnya, Batam-Bintan, Lombok-Bali, Lombok-Labuan Bajo, bisa pakai feri, yang relatif lebih murah,” jelas dia.

Terpisah, Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan rekomendasi untuk menu­runkan harga tiket. Ke depan, av­tur dapat dijual oleh multiprovider agar harganya bisa lebih rendah.

“Rekomendasi itu didasar­kan pada hasil kajian Badan Kebijakan Transportasi. Kami berharap, penurunan harga avtur memiliki dampak besar pada salah satu komponen penurunan harga tiket pesawat,” ujar Adita.

Baca juga : Crystal Palace Vs Manchester United, Amunisi ‘Setan Merah’ Nyala Lagi

Soal aturan, lanjut dia, Kemenhub akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai ke­menterian yang menangani hal ini.

“Sebagai bagian dari Satgas Penurunan Harga Tiket, kami terus melakukan komunikasi dan koordinasi agar hasil kerja Satgas segera dirasakan masyarakat,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.