Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lindungi Satwa, Tumbuhan, Dan Manusia
Barantin Optimalkan Peran Strategis Karantina Berkelas Dunia
Jumat, 25 Oktober 2024 21:37 WIB
Sebelumnya
Lebih lanjut, mantan Kepala Bagian Humas Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian ini memastikan, sistem layanan ini lebih transparan dan akuntabel.
Sejalan dengan core value Aparatur Sipil Negara (ASN) BerAKHLAK, atau Berorientasi kepada Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, pada nilai orientasi layanan dan akuntabel. Inovasi tersebut hadir sebagai bentuk adaptif Barantin untuk menjawab tantangan dalam pelayanan publik.
Selain itu, sistem layanan Karantina di pelabuhan dan bandara telah berkontribusi dalam efisiensi waktu dan biaya, dalam penerapan Single Submission Quarantine Customs (SSm-QC) atau layanan terintegrasi karantina kepabeanan.
Baca juga : Bersepeda Itu Lebih Sehat
Dan dari hasil survei lembaga independen dari Program Kemitraan Indonesia Australia untuk Perekonomian (Prospera), capaian penataan logistik di enam bandara hingga Juni 2024 bersimplifikasi proses bisnis dengan efisiensi mencapai 50 persen. "Bahkan mengurangi penggunaan dokumen fisik sebesar 75 persen,” tuturnya.
Adapun lokus survei oleh Prospera di enam bandara, yaitu Bandara Soekarno-Hatta (Banten), Kualanamu (Medan), Juanda (Jawa Timur), Hasanuddin (Makassar), Ngurah Rai (Bali), dan Sepinggan (Balikpapan). Implementasi sistem layanan Barantin sebelumnya sudah berjalan di 32 pelabuhan dan 6 bandara di seluruh Indonesia.
Program utama lain Barantin, lanjut dia, yakni penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Barantin dan revitalisasi laboratorium. Penguatan kompetensi SDM ini untuk menyeragamkan tindakan karantina, mulai dari Sabang hingga Merauke.
Baca juga : Bertemu Utusan Rusia, Sultan Bahas Kerja Sama Pertahanan Hingga Pertanian
"Tidak ada perbedaan dalam tindakan karantina untuk media pembawa yang sama. Tentunya harus didukung dengan kompetensi petugasnya yang mumpuni," ujarnya.
Sistem tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Badan Karantina Indonesia (Perbarantin) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Jenis Komoditas Wajib Periksa Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, dapat menjamin penguatan di 'pre-border', 'border', dan 'post-border'.
"Penguatan di pre-border, semua informasi yang relevan dapat diperoleh dari negara/wilayah asal, termasuk untuk sertifikat elektronik. Kemudian proses verifikasi persyaratan dan pemeriksaan komoditas di border (perbatasan). Sedangkan untuk di post-border, petugas karantina dapat melakukan pengawasan dan pengendalian, pemeriksaan di instalasi Karantina, dan pertukaran data dengan otoritas lain," jelasnya.
Baca juga : Alfamidi Dukung Pertumbuhan UMKM Lokal Melalui Kemitraan Strategis
Yang mengembirakan dari analis dari survei tersebut juga, dia mengungkapkan bahwa Barantin mampu menghemat anggaran belanja negara hingga senilai Rp 5,54 miliar per tahun melalui sistem layanan Best Trust ini.
"Intinya memberikan kepastian kepada pelaku usaha bahwa barang mereka akan masuk ke Indonesia dan itu barangnya sudah bebas dari hama penyakit," pungkas Alumni Program Master Kajian Ketahanan Nasional Universitas Indonesia ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya