Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Program Inovasi Desa TEKAD Mampu Dongkrak Produksi Pakan Ternak Mandiri
Kamis, 31 Oktober 2024 18:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD) Program Transformasi Kampung Terpadu (TEKAD) memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi Desa Genamare, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dengan inovasi ini, Kelompok Penerima Bantuan (KPB Samowara) dapat mengolah pakan secara mandiri sekaligus dapat membeli hasil panen warga dengan harga tinggi.
“Kebutuhan pakan ternak di desa kami cukup tinggi karena mayoritas warga punya peliharaan masing-masing. Selama ini kebutuhan pakan ternak harus didatangkan dari luar desa dengan harga lumayan,” ujar Wakil Ketua KPB Samowara, Subastianus Ruso Kamis, (31/10/2024).
Ruso mengatakan, mayoritas masyarakat Genamere berprofesi sebagai peternak babi. Mereka menggunakan pakan tradisional berupa singkong, talas, dan jagung untuk kebutuhan pakan ternak babi.
Baca juga : Ini Cara Genjot Produksi Minyak Dan Tekan Emisi
“Jika bahan-bahan tersebut sulit ditemukan, para peternak beralih ke kacang-kacangan dan rumput,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, kendala utama bagi para peternak adalah harga konsentrat pakan yang sangat mahal, yakni Rp 500 ribu per 50 kg.
Selain itu, jarak 17,2 km ke pasar Kabupaten Ngada semakin menyulitkan masyarakat dalam mendapatkan pakan berkualitas untuk babi.
Melalui RITD, mereka kini dapat memproduksi pakan sendiri dari jagung yang mereka tanam.
Baca juga : Dorong Koperasi Sektor Produksi, WamenKop Akan Perkuat Peran LPDB dan KUMKM
"Saat ini, terdapat 80 hektar lahan jagung, dan pada 2024 ditargetkan bertambah 50 hektar lagi dengan pembukaan lahan baru, menjadikan total luas lahan mencapai 130 hektar,” urainya.
Ruso mengatakan, KPB Samowara akan membeli jagung kering sebagai bahan utama pakan ternak dari hasil panen warga dengan harga tinggi, yakni Rp 6.000 per kg, sedangkan harga pasar Rp 5.000 per kg.
Hal itu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan produksi pakan ternak di Desa Genamare.
"Ini membuat kita lebih mandiri dalam produksi dan tidak perlu mengandalkan pengepul lagi,"jelas Subastianus.
Baca juga : Prabowo Ingatkan Menteri: Yang Nggak Dukung Makan Bergizi Gratis, Mundur Saja
Untuk mengoptimalkan produksi pakan ternak, KPB Samowara bekerja sama dengan SMK 1 Bajawa Utara yang memiliki program khusus pengelolaan pakan ternak. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.
"Kami akan bermitra dengan SMK agar dapat mengembangkan produksi pakan dengan lebih baik," tambah Ruso.
Dia mengatakan, selain memenuhi kebutuhan pakan di Genamere, produk pakan ternak ini juga diproyeksikan untuk dipasarkan ke desa-desa sekitar, seperti Watusipi dan Boba.
"Minimal, kami bisa memenuhi kebutuhan pakan di desa sendiri dan membantu desa-desa tetangga," tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya