Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenkeu Sebut JHT Jadi Cara Pekerja Hidup Layak di Hari Tua
Jumat, 29 November 2024 15:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sudarto mengatakan, jaminan sosial merupakan salah satu cara agar pekerja dapat merasakan hidup layak di masa tuanya.
Menurut Sudarto, Jaminan Hari Tua (JHT) menjadi hal yang mutlak dimiliki para pekerja saat masih aktif bekerja dan memperoleh pendapatan.
"Kita melewati siklus kehidupan, mulai dari sekolah, setelah sekolah, bekerja, dan setelah bekerja. Setelah bekerja itu seharusnya tidak cemas, karena ada jaminan sosial," kata Sudarto dalam diskusi di Social Security Summit 2024, dikutip Jumat (29/11/2024).
Sudarto mendorong perlunya skema yang tepat guna mempercepat perluasan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.
Baca juga : Menko Yusril Sebut Transfer Napi Ke Negara Asal Tidak Melemahkan Indonesia
Karena, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga Oktober tahun 2024 baru mencapai 40,83 juta, di mana jumlah pekerja formal dan informal sekitar 150 juta.
"Bahkan, saat ini yang ikut jaminan pensiun mungkin hanya sekitar 14 juta, yang ikut jaminan JHT itu sekitar 16 juta dari 140-145 juta pekerja. Ini yang jadi konsen kita, jangan sampai kita dan teman-teman kita begitu pensiun dapetnya bansos, artinya apa, membebani APBN," imbaunya.
Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) I Gede Dewa Karma Wisana menegaskan, pentingnya dividen atau pendapatan untuk di masa tua.
Sebab, ketika pekerja memasuki usia lansia, jumlah pengeluaran akan jauh lebih besar daripada pendapatan.
Baca juga : Pakar Sebut Arinal Djunaidi Sukses Kelola Pertanian di Lampung
Sehingga, JHT menjadi solusi penting agar tetap pekerja terap hidup layak dan cukup meski sudah tak produktif lagi.
"Kami di demografi sangat peduli soal siklus hidup. Kita perlu memikirkan dividen-nya, perlu menyiapkan dividen dari bonus demografi yang ada," ujarnya.
I Gede turut mendorong para pekerja yang masih produktif dan punya pendapatan untuk mempersiapkan di hari tua, salah satunya melalui JHT.
"Jadi kita berencana menyiapkan strategi agar penduduk yang sekarang produktif tidak hanya memiliki pendapatan yang cukup dan hidup layak, tapi mampu menyiapkan hari tua. Sehingga, konsumsinya bisa mencukupi lewat pendapatan atau income investasi yang sudah mereka kumpulkan saat muda hari ini," tuturnya.
Baca juga : Konjen RI Nobatkan BNI Jadi Bank Terbaik Layani Diaspora di Hong Kong
Sementara Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian mengatakan, JHT merupakan salah satu tabungan bagi pekerja untuk dapat memenuhi kehidupan yang layak di usia senja.
"Hasil pengembangan JHT berada diatas bunga rata-rata perbankan hal ini tentu menjadi modal utama seluruh pekerja untuk sejahtera dimasa tuanya dengan JHT BPJS Ketenagakerjaan," ungkapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya