Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Optimalkan Sumur Migas, ESDM Pakai Jurus Sepak Bola
Minggu, 15 Desember 2024 07:35 WIB
Sebelumnya
“Betul, blending. Insya Allah blending,” ucapnya.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, sektor transportasi telah menyumbang paling besar untuk konsumsi BBM nasional sebesar 49 persen, disusul sektor industri 34 persen, 8 persen dari sektor ketenagalistrikan dan sektor aviasi atau penerbangan menyumbang 6 persen.
Strategi lain yang dijalankan adalah memaksimalkan hilirisasi. Bahlil mengungkapkan, hilirisasi akan mampu menstimulasi pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen seperti yang ditargetkan Presiden Prabowo. Juga, membuka banyak peluang kerja baru.
Baca juga : NasDem Ajak Beringin Sinergi Bangun Negeri
“Nanti kalau sudah hilirisasi tidak ada lagi anak-anak lulus kuliah hanya bermimpi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), sudah mulai memikirkan bagaimana terjun di industri energi,” tegas Bahlil.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, untuk menjaga ketahanan dan ketersediaan energi bagi masyarakat, khususnya migas, perlu ada dukungan dan kontribusi dari banyak pihak. Terutama peran Pemerintah Daerah dan badan usaha.
Hal itu dibutuhkan untuk menguatkan ketahanan energi dalam memenuhi availability, accessibility dan affordability terhadap migas.
Baca juga : Kebijakan Opsen Tak Boleh Bebani Rakyat
Berbagai strategi itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi delapan persen per tahun.
Dia menyampaikan hingga November 2024, volume realisasi jenis BBM tertentu (JBT) sebesar 16,61 juta kiloliter atau 85 persen dari kuota 19,58 juta kiloliter.
Sedangkan, untuk jenis BBM khusus penugasan (JBKP) sebesar 27,33 juta kiloliter atau 86 persen dari kuota 31,70 juta kiloliter.
Baca juga : Suara Banteng Ungguli KIM Plus Di Pilgub Papua
Untuk jenis BBM umum (JBU) tercatat 30,07 juta kiloliter atau terealisasi 85 persen dari kuota.
Badan usaha yang berkontribusi sebanyak 1.910 badan usaha.
Kemudian, realisasi volume pengangkutan gas bumi melalui pipa sampai triwulan III 2024 sebesar 921,2 juta MSCF (Million Standard Cubic Feet per Day atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari) dan volume niaga gas bumi melalui pipa 277,8 juta MSCF.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya