Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gertak Uni Eropa Soal CPO, Hipmi Minta Batalkan Pembelian 313 Unit Airbus
Rabu, 18 Desember 2019 22:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menggugat Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait kebijakan yang diskriminatif atas sawit Indonesia. Meski demikian, Hipmi menilai langkah tersebut tidak akan cukup efektif.
Sebab itu, Hipmi mengusulkan Indonesia menghentikan pembelian sebanyak 313 pesawat komersil Airbus yang sudah dipesan kepada Prancis. “Kita usul gertak saja dengan menghentikan pesanan sebanyak 313 Airbus yang kita pesan ke Prancis,” ujar Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H. Maming di Jakarta, Rabu (18/12).
Baca juga : Duh, Indonesia Terancam Kehilangan Peluang Ekspor
Maming mengatakan, total pesanan pesawat Indonesia ke Airbus saat ini sebanyak 313 unit. Yang telah selesai dibuat mencapai 95 unit. Dengan rincian, Citilink sebanyak 25 unit, Garuda 58 unit, dan terbanyak oleh LionAir 230 unit.
“Kita adalah pemborong pesawat terbesar di Airbus,” ujar Maming.
Baca juga : Hadapi Era Digital, Kadin Kumpulkan Pelaku Startup
Dia mengatakan, meski memesan banyak pesawat dari Prancis, namun negara Napoleon ini tidak berbuat sesuatu yang dapat membantu penyelesaian masalah diskriminasi CPO Indonesia di Eropa. Padahal, suara Prancis sangat berpengaruh besar di parlemen Eropa. Sebab negara memiliki kursi terbanyak.
“Jadi, buat apa kita baik-baikan sama dia. Dia enggak bantu-bantu. Malah ikut ngompor-ngomporin CPO kita,” ujar Maming.
Baca juga : Petani Banyuwangi Gunakan Bahan Pengendali Hama Alami
Maming mengatakan, kontribusi pembelian pesawat Indonesia sangat besar dibandingkan ekspor sawit Indonesia ke Eropa. Diperkirakan pembelian pesawat ke Airbus mencapai 42,8 miliar dolar AS atau sebesar Rp 599 triliun. Sedangkan ekspor Sawit Indonesia tahun 2018 sebesar Rp 4 miliar hingga 5 miliar. “Tidak sebanding dengan kontribusi devisa kita ke dia. Meskipun itu realisasinya bertahap,” ujar Maming. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya