Dark/Light Mode

Jokowi: Nggak Sampai 10 Tahun Lagi, Bandara Syamsudin Noor Harus Diperluas

Rabu, 18 Desember 2019 18:03 WIB
Presiden Jokowi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor meninjau Terminal Baru Bandara Internasional Syamsudin Noor, di Banjarbaru, Kalsel, Rabu (18/12) siang. (Foto: Humas Setkab)
Presiden Jokowi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor meninjau Terminal Baru Bandara Internasional Syamsudin Noor, di Banjarbaru, Kalsel, Rabu (18/12) siang. (Foto: Humas Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengingatkan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor, agar bersiap memperluas lagi Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor.

Saat ini, bandara tersebut sudah diperluas 8 kali lipat, dari 9 ribu meter persegi menjadi 77 ribu meter persegi. Kapasitas penumpangnya pun sudah ditingkatkan, dari 1,3 juta penumpang menjadi 7 juta penumpang.

"Hati-hati, tadi saya cek di pergerakan penumpang, pertumbuhannya mencapai 10 persen lebih. Pertumbuhan pergerakan penerbangan, 10 persen lebih. Pertumbuhan penumpang, 7 persen lebih. Artinya, bandara yang baru ini, mungkin nggak sampai 10 tahun lagi, harus dibangun yang lebih gede lagi,” kata Presiden Jokowi, saat memberikan sambutan dalam peresmian terminal baru Bandara Syamsudin Noor, di Kota Banjarbaru, Kalsel, Rabu (18/12) siang.

Baca juga : Angkasa Pura I Gelar Doa Bersama 2000 Anak Yatim

Jokowi menuturkan, pertumbuhan penumpang 7 persen dan pertumbuhan penerbangan 10 persen itu masuk kategori sangat-sangat tinggi sekali. Jokowi mengaku tak tahu, kenapa pertumbuhan penumpang dan penerbangan di Kalsel masuk kategori sangat tinggi.

“Yang jelas, yang saya tahu di sini ada intan. Sehingga, desainnya ini juga desain intan Martapura, desain bandara ini,” ujar Jokowi.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi kembali menegaskan, pemerintah gencar membangun infrastruktur demi meningkatkan daya saing. Kalau infrastruktur lemah, sulit bagi kita bersaing dengan negara lain.

Baca juga : Jokowi Ajak Kerja Sama Perusahaan Korsel Bangun Ibu Kota Baru Di Kaltim

"Saat masuk tahun 2014, stok infrastruktur kita hanya 37 persen. Sehingga, daya saing kita rendah. Karena itu, pagi, siang, malam pemerintah mengejar infratruktur. Setelah infrastruktur jadi, harus disambungkan ke kawasan-kawasan," tuturnya.

"Dengan kawasan pertanian, dengan kawasan perkebunan, dengan kawasan perikanan, dengan kawasan sentra industri usaha-usaha kecil, dengan kawasan industri besar, sambung-sambungkan semua, dengan kawasan wisata, sehingga memunculkan pertumbuhan,” imbuhnya.

Untuk itu, Jokowi meminta Sahbirin Noor agar menyambungkan Bandara Internasional Banjarbaru dengan kawasan-kawasan tersebut.

Baca juga : Jokowi: Anggaran Pendidikan Rp 508 Triliun, Gunakan dengan Hati-hati

“Itu adalah tugas provinsi, kabupaten dan kota, setelah ini rampung. Supaya betul-betul efek dari pembangunan ini benar dirasakan oleh masyarakat," tegasnya. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.