Dark/Light Mode

Bareng Traction Energy Asia & KEM

Apkasi Luncurkan E-Learning Perencanaan Pembangunan Daerah

Selasa, 21 Januari 2025 22:38 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk memfasilitasi peningkatan kapasitas SDM di daerah, Apkasi bekerja sama dengan Traction Energy Asia dan Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) meluncurkan E-Learning Perencanaan Pembangunan Daerah. Kegiatan berlangsung di Jakarta, Selasa (21/1/2025).

Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang menekankan bahwa Rencana Pembangunan Daerah tidak bisa lepas dari Rencana Pembangunan Nasional yang terekam dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional dan ini menjadi acuan dalam daerah merencanakan pembangunannya.

Visi Indonesia Emas 2045 mengandung cita-cita pembangunan nasional untuk mewujudkan “Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan".

Artinya, dengan adanya diksi berkelanjutan, maka penyusunan, perumusan, tujuan, sasaran dan strategi kebijakan pembangunan daerah berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan.

“Namun demikian, pemerintah daerah menghadapi tantangan besar dalam menyusun dan menyempurnakan berbagai dokumen perencanaan yang menjadi dasar pembangunan daerah yang berkelanjutan," tuturnya.

Sarman menambahkan, tantangan yang dihadapi tersebut di antaranya keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah dan isu pembangunan berkelanjutan serta minimnya program peningkatan kapasitas.

Hal ini, lanjutnya, disadari oleh Apkasi sebagai wadah pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia, dan bersama dengan Traction Energy Asia dan Koalisi Ekonomi Membumi tergerak untuk memberikan solusi atas tantangan Pemerintah Daerah, terutama pemerintah kabupaten selaku anggota Apkasi.

Baca juga : Dukung Target NDC, Indonesia Siap Luncurkan Bursa Karbon Internasional

Konkretnya, Apkasi bersama Traction dan KEM meluncurkan sebuah platform pembelajaran daring atau E-Learning mengenai Perencanaan Pembangunan Daerah Berkelanjutan yang bertujuan untuk menciptakan kesempatan dan akses terhadap peningkatan kapasitas ASN di pemerintah daerah dalam menyusun dokumen perencanaan serta pengayaan isu pembangunan berkelanjutan di daerah.

"Peluncuran ini akan diikuti kegiatan serial bimbingan teknis rancangan awal RPJMD dan Strategi Pengembangan Komoditas Lestari Daerah," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, papar Sarman, mayoritas dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2005-2025 akan berakhir pada 2025.

Momen ini merupakan peluang untuk memasukkan isu berkelanjutan yang tanggap bencana ke dalam RPJPD 2025-2045 mengingat Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 telah memasukkan unsur pembangunan berkelanjutan melalui Visi Indonesia Emas 2045.

Direktur PEIPD, Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Bob Sagala yang tampil sebagai keynote speaker menekankan bahwa dalam konteks NKRI, pembangunan daerah adalah bagian dari pembangunan nasional, dan pembangunan daerah juga merupakan bagian dari pemerintahan daerah.

Pemerintah Daerah bertanggung jawab menyejahterakan warganya melalui pembangunan di daerahnya masing-masing.

“Ini menunjukkan betapa pentingnya pembangunan daerah di Indonesia ini, dan kami dari Ditjen Bangda Kemendagri punya kewajiban untuk memfasilitasi pemerintah daerah se-Indonesia agar pembangunan daerah bisa berjalan efektif dan efisien," paparnya.

Baca juga : OJK Relaksasi Peraturan Pembiayaan Perumahan

Bob menambahkan, secara organisasi untuk mewujudkan pembangunan daerah yang efektif dan efisien diperlukan perencanaan yang baik.

Secara regulasi ada amanah dari UU 23/2014 yang menyatakan tegas bahwa Kemendagri sebagai pembina umum daerah otonom.

Ada 10 bidang pembinaan dan salah satunya terkait pembangunan daerah. Dalam hal pembinaan ini, Kemendagri tidak bisa sendirian.

Oleh karena itu, Kemendagri membuka diri dan mengajak semua pihak, kementerian/lembaga melakukan pembinaan kepada daerah.

Termasuk Apkasi, Traction Energy Asia dan Koalisi Ekonomi Membumi, yang berkontribusi untuk memastikan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah tidak hanya dilihat dari sudut pandang yang sempit, hanya memikirkan sisi ekonomi semata.

“Namun juga bagaimana memikirkan sisi keberlanjutannya,” terangnya.

Tak lupa Bob memberikan apresiasi kepada Apkasi, Traction Energy Asia dan Koalisi Ekonomi Membumi yang secara konkret memberikan kontribusi di dalam ikut mendampingi jalannya pembangunan daerah menjadi lebih baik serta lebih efektif dan efisien melalui penyediaan portal e-learning.

Baca juga : 62 Pejabat Pengadilan Dan MA Lapor KPK

"Kami mengajak kepada seluruh pemerintah daerah, khusus pemerintah kabupaten untuk bisa memanfaatkan platform pembelajaran yang mudah diakses dari mana saja dengan beragam device," tambahnya.

Bob juga menambahkan dalam perspektif input yang dibutuhkan di dalam organisasi, ada dua hal penting yang tidak boleh diabaikan, yakni SDM dan teknologi yang digunakan.

Diluncurkannya E-Learning Perencanaan Pembangunan Daerah diyakini akan membantu dari sisi teknologi yang akan digunakan dan juga akan bermanfaat bagi peningkatan kualitas SDM di kabupaten.

Dia berharap Apkasi akan selalu menjembatani kita dengan networkingnya untuk bisa membantu jalannya pembangunan di daerah.

“Kami membuka diri ke berbagai pihak untuk ikut bersama-sama melakukan pembinaan kepada daerah supaya pembangunan daerah bisa betul-betul punya pandangan yang lebih proporsional baik dari sisi ekonominya maupun dari sisi keberlanjutannya,” tukasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.