Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menteri Ara Puji Langkah BI Berikan Insentif Likuiditas Ke Bank Penyalur KPR
Rabu, 12 Februari 2025 09:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) akan memberikan insentif likuiditas kepada bank-bank yang menyalurkan kredit ke sektor perumahan. Saat ini, BI menyediakan sebesar Rp 23,19 triliun, dan berkomitmen untuk menaikkan insentif ini secara perlahan menjadi Rp 80 triliun.
Hal itu diungkapkan Menteri Permukiman dan Perumahan Rakyat (PKP) Maruarar Sirait usai pertemuan dengan Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Komisi XI DPR, Misbakhun, dan Pandu Sjahrir dari Danantara di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Selasa malam (11/2/2025).
"Bank Indonesia sepakat akan berikan Insentif Likuiditas ke Bank Penyalur KPR," kata Ara dalam konferensi pers usai pertemuan.
Menteri Ara mengatakan, pertemuan ini merupakan hasil proses yang panjang dengan Gubernur BI dari beberapa kali diskusi soal perumahan dan ada beberapa yang menjadi perhatian. Adapun, perhatian tersebut adalah soal lahan, likuiditas, sasaran program dan kualitas perumahan.
Baca juga : 3 Bulan Kerja, Menteri Ara Berikan Karpet Merah Bagi Rakyat Untuk Punya Rumah
Dalam diskusi ini, Menteri Ara menuturkan, PKP dan BI menekankan perihal sinergi antara pemerintah dan moneter perihal masalah likuiditas untuk melaksanakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut. "Ini benar-benar saya merasa sangat baik dan saya merasa di-support oleh ekosistem," ungkapnya.
Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, kesepakatan tersebut adalah bentuk dukungan BI terhadap program Astacita pemerintah.
Ia menuturkan BI akan memberikan insentif likuiditas kepada bank-bank yang menyalurkan kredit ke sektor perumahan. Saat ini, BI menyediakan Rp 23,19 triliun dan berkomitmen untuk menaikkan insentif ini secara perlahan menjadi Rp 80 triliun.
"Dari hasil diskusi ini tadi, kami akan naikkan secara bertahap menjadi Rp80 triliun untuk mendukung program perumahan ini," ujar Gubernur BI.
Baca juga : Lestari Moerdijat: Pers Yang Berintegritas Wujudkan Kemandirian Bangsa
BI, menurut Gubernur Perry, melihat sektor perumahan bisa memberikan dukungan yang tinggi bagi pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja.
"Kalau perumahannya maju, tentunya tidak saja pertumbuhan ekonominya, tetapi juga bisa mendorong dan menarik sektor-sektor yang lain," tuturnya.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan Kementerian BUMN maupun BUMN senantiasa terus mendukung visi, misi, dan program Presiden Prabowo Subianto, termasuk di sektor perumahan.
"Kami siap melaksanakan. Selama ini juga Bank-Bank Himbara untuk BTN yang memang 80% market daripada pendanaan rumah-rumah subsidi itu ada di kami. Lalu tadi kita harapkan juga bank-bank Himbara seperti Mandiri, lalu Bank Syariah Indonesia, BTN, BNI untuk terus berkolaborasi," kata Menteri Erick.
Baca juga : Kementerian PU Selesaikan Pembangunan Pasar Banjarsari Pekalongan
Lebih lanjut, Menteri Erick mengatakan, karena program penyediaan rumah yang masif hingga berjumlah tiga juta unit rumah,ia juga mengharapkan peran dari bank-bank swasta untuk mendukung program pemerintah tersebut.
Sementar Ketua Komisi XI DPR Misbakhun mengatakan, pertemuan ini dilakukan dalam rangka mencari solusi untuk membantu ketersediaan likuiditas untuk mendukung program prioritas Presiden, yakni pembangunan 3 juta rumah.
"Kita cari solusi bagaimana BI memberikan dukungan melalui insentif makroprudensial.Ada keterbatasan likuiditas, harapan kita BI bisa membantu ketersediaan likuiditas tersebut. Berdasarkan dasar hukum UU P2SK, bahwa BI bisa terjun dalam membantu program ini, mengingat kekuatan kebijakan BI dari sisi makroprudensial," kata Misbakhun.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya