Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Progress Pembangunan Infrastruktur IKN Tembus 68,6 Persen, Ini Rinciannya
Rabu, 12 Februari 2025 15:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono mengungkap, progress rata-rata pembangunan infrastruktur IKN tahap pertama (2020-2024) telah mencapai 68,6 persen per 29 Januari 2025, dengan anggaran Rp 89 triliun yang bersumber dari APBN.
Dari total 109 pekerjaan fisik, sebagaimana tercantum dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terdapat 5 paket proses lelang, 49 paket proses konstruksi, dan 55 paket sudah selesai.
Berikut rincian progress rata-rata pembangunan infrastruktur IKN sebesar 68,6 persen, sebagaimana disampaikan Basuki dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi II DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/2/2025):
1. Jalan tol sepanjang 56,8 km (dari Balikpapan-Kawasan Inti Pusat Pemerintahan/KIPP), jalan tol sepanjang 12,2 km, dan sisi landasan bandara (runway) sepanjang 3 km.
"Jalan tol ini dibangun, agar waktu tempuh Balikpapan ke KIPP tidak lebih dari 1 jam," jelas Basuki.
Baca juga : Anggaran Infrastruktur Dipotong 81 T, Proyek Jalan, Irigasi & Bendungan Terganggu
2. Infrastruktur air dan banjir meliputi Bendungan Sepaku Semoi dengan kapasitas tampung +/-16 juta m3, intake Sungai Sepaku dengan debit pengambilan 3.000 liter per detik, 21 embung, dan 4 kolam retensi.
3. Instalasi pengolahan air minum kapasitas 300 liter/detik dan bangunan reservoir induk berkapasitas 2x6.000 m3, serta jaringan perpipaan sepanjang 47,42 km.
4. Perkantoran lembaga eksekutif, meliputi: Istana Garuda (Kantor Presiden), Istana Negara dan Lapangan Upacara, Istana Wakil Presiden, Kantor Sekretariat Presiden, Kantor Sekretariat Negara, 4 Komplek Kantor Kementerian Koordinator, Kementerian Pekerjaan Umum, Kantor OIKN.
"Istana Wakil Presiden baru ber-progress 40 persen, Kantor Sekretariat Presiden dan Kantor Sekretariat Negara sudah selesai, 4 Komplek Kementerian Koordinator (14 tower) sudah 98 persen, furniture juga sebagian sudah masuk juga. Kementerian PU, progress-nya sudah 68 persen. Sedangkan Kantor OIKN, bulan ini selesai," beber Basuki.
"Seluruh pegawai Otorita akan pindah ke IKN, mulai Maret 2025, seiring telah selesainya Kantor OIKN," tambahnya.
Baca juga : ALFI Dorong Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi
5. Hunian ASN dan Personel Hankam berjumlah 47 tower, Hunian Pekerja Konstruksi berjumlah 36 tower, dan Rumah Tapak Jabatan Menteri berjumlah 36 unit.
"Untuk hunian ASN dan Personel Hankam, sampai akhir Januari kemarin, ada 27 tower yang selesai furnished. Masing-masing tower ada 60 unit hunian. Setiap unit hunian memiliki luas 98 meter persegi, terdiri dari 3 kamar dan 2 kamar mandi, sehingga bisa untuk satu keluarga. Untuk yang bujangan, bisa untuk 3 orang," papar Basuki.
"Akhir Februari ini, akan ada 10 tower yang selesai furnished. Akhir Maret, 10 tower. Sehingga, total 47 tower hunian akan selesai pada akhir Maret 2025," imbuhnya.
Bagaimana dengan rumah jabatan menteri yang dirancang berjumlah 36 unit, padahal total menteri dalam kabinet Prabowo-Gibran berjumlah 48 orang? "Itu nanti ditambahin," ujar Basuki.
6. Penyiapan dan penataan kawasan, meliputi: land development KIPP 1A, 1B, dan 1C, penataan sumbu kebangsaan (plaza seremoni, beranda nusantara, plaza bhineka), dan penataan sumbu tripraja.
Baca juga : ALFI Dukung Peningkatan Infrastruktur Logistik Pemerintahan Prabowo Subianto
7. Sarana peribadatan, meliputi: masjid negara, bangunan gedung dan kawasan basilika, serta gereja.
8. Infrastruktur Sanitasi (TPST, IPAL) dengan jaringan perpipaannya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya