Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bicara Soal Efisiensi, Prabowo: Narasi Gaji Dipotong Itu Tidak Benar
Jumat, 14 Februari 2025 20:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memastikan, efisiensi anggaran negara yang tengah dijalankan pemerintah, tidak mengganggu operasional sehari-hari.
Anggaran yang dihemat itu akan dialihkan ke program yang lebih bermanfaat untuk masyarakat luas. Mulai dari penyediaan pupuk hingga perbaikan sekolah.
Hal ini disampaikan Prabowo, dalam acara silaturahmi Koalisi Indonesia Maju (KIM) di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/2/2025).
“Memang, saya ingin laksanakan efisiensi. Tapi jelas, efisiensi ini tidak mengganggu pekerjaan operasional sehari-hari,” ujar Prabowo.
Gaji Dipog Tidak Benar
Baca juga : RI Ingin Gabung Organisasi Internasional, Prabowo: Agar Suara Kita Didengar
Dalam kesempatan ini, Prabowo juga meluruskan isu pemotongan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) akibat penghematan.
“Narasi isu gaji dipotong itu tidak benar,” tandasnya.
Dia pun menjelaskan, langkah penghematan ini lebih ditekankan pada pengurangan kegiatan yang tidak penting, seperti perjalanan dinas ke luar negeri.
“Jadi habis itu kunker, seminar, focus group discussion (FGD), apa yang didiskusikan? Rakyat perlu mitigasi, rakyat perlu pupuk, rakyat perlu bibit, sekolah diperbaiki. Nggak usah seminar lagi,” tegasnya.
Baca juga : Efisiensi Anggaran, Lasarus Minta Gaji Dan Jumlah PPPK Tak Dikurangi
Sejauh ini, kata Prabowo, pemerintah berhasil melakukan penghematan sebesar Rp 300 triliun, tanpa menyentuh program-program berjalan yang penting. Termasuk, di bidang pendidikan.
"Kita sudah menghemat sekitar Rp 300 triliun. Program-program berjalan tidak ada yang disentuh, apalagi pendidikan,” beber Prabowo.
Sebelumnya, dalam konferensi pers di Gedung MPR/DPR di Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (14/2/2025), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memaparkan kriteria kegiatan pemerintahan yang terkena efisiensi anggaran. Menurutnya, efisiensi tersebut lebih terkait pada kriteria aktivitas seperti perjalanan dinas, seminar, ATK, peringatan, perayaan, dan kegiatan seremonial lainnya.
Dengan begitu, kebijakan efisiensi ini tidak akan berdampak pada PHK pegawai honorer, biaya semesteran atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) Perguruan Tinggi Negeri (PTN), hingga beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan beasiswa lain dari LPDP, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan Kementerian Agama.
Baca juga : Warganet Jempolin Prabowo Yang Peduli Lingkungan Sungai
“Langkah ini tidak boleh, saya ulangi, tidak boleh mempengaruhi keputusan perguruan tinggi mengenai UKT," tandas Sri Mulyani.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya