Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menegaskan, perairan Natuna sudah clear dari kapal-kapal China.
“Jadi sekarang untuk Natuna itu di area yang kemarin diributkan sudah tidak ada lagi Coast Guard China, maupun nelayan-nelayan China, sudah keluar," jelas Menko Polhukam Moh. Mahfud MD kepada awak media di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (9/1/2020).
Baca juga : Tersangka Jiwasraya Sudah Dibidik, 2 Bulan Lagi Bakal Diungkap
Sebelumnya, kapal coast guard China memicu ketegangan karena masuk ke wilayah ZEE Indonesia dan sengaja menghidupkan AIS (automatic identification system) atau sistem pelacakan kapal otomatis. Namun saat ini kondisi di Natuna sudah aman dan terkendali.
“Sekarang tidak akan ribut-ribut lagi soal pelanggaran hak berdaulat karena nampaknya sudah berkurang kapal-kapal yang tidak menghidupkan AIS-nya, automatic identification system, kemarinkan sangat proaktif kapal menghidupkan,” jelas Moh. Mahfud MD.
Baca juga : Jokowi Garang Juga Ke China
Untuk itu Menko Polhukam berharap agar masyarakat tidak perlu mempeributkan lagi permasalahan masuknya kapal China ke perairan Natuna karena sudah diselesaikan oleh pemerintah dan saat ini perairan tersebut juga akan semakin ditingkatkan pemanfaatannya.
“Sekarang sudah tidak ada, sudah diluar semua, oleh sebab itu kita tidak usah ribut-ribut lagi, kita isi sekarang Natuna itu dengan kegiatan-kegiatan sosial, ekonomi dan pemerintahan secara lebih proporsional dari pada kosong,” ujar Menko Polhukam. [KRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya