Dark/Light Mode

Soal Kebijakan Trump

Mentan: Ada Dampak Tapi Tidak Perlu Dikhawatirkan

Jumat, 11 April 2025 07:25 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Foto: Instagram/a.amran_sulaiman)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Foto: Instagram/a.amran_sulaiman)

 Sebelumnya 
Soal ketahanan pangan, sambung Amran, Indonesia berada dalam kondisi terbaik dalam dua dekade terakhir.

Menurut dia, dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian, membawa hasil nyata bagi petani dan masyarakat Indonesia.

“Sarana produksi, hilirisasi, hingga pengendalian harga terus didorong Pemerintah demi memastikan kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Sekarang, petani bahagia, produksi meningkat, ketahanan pangan kita kuat, stok kita tertinggi selama 20 tahun, produksi kita tertinggi selama 7 tahun. Itu kata BPS, dan kata Bulog,” jelasnya.

Baca juga : Ketua DPD NasDem Ditahan Kejari Kota Palembang...

Amran menambahkan, saat sejumlah negara seperti Malaysia, Jepang, dan Filipina tengah menghadapi krisis beras, Indonesia mampu menjaga stabilitas pangan nasional.

“Kita patut bersyukur. Dengan jumlah penduduk 282 juta, bayangkan dampaknya jika terjadi kelangkaan pangan. Bisa timbul konflik sosial, bahkan mengancam stabilitas negara,” tandasnya.

Guru Besar Ilmu Ekonomi yang juga Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini mengatakan, sebanyak 80 persen atau lebih dari kebijakan ekonomi adalah politik, sementara dua pertiga atau lebih dari kebijakan politik adalah ekonomi. Sebab itu, dia menyarankan agar Pemerintah merespons kebijakan Trump dengan menggunakan azas politik.

Baca juga : Visi Prabowo Lindungi Petani Dan Konsumen

Menurut Didik, tatanan ekonomi dan perdagangan dunia yang didasarkan pada asas dan hukum ekonomi, tidak berlaku bagi Donald Trump. Kondisi tersebut mengharuskan Pemerintah Indonesia mencari pasar baru guna menggantikan penurunan ekspor tersebut.

Di media sosial X, kebijakan tarif impor yang dilakukan AS ramai diperbincangkan netizen. Ada yang khawatir, ada juga yang optimistis.

“Hanya orang-orang yang punya integritas yang menjaga harga dirinya. Indonesia harus punya itu. Jangan kendor atau ciut dengan kebijakan Trump,” cuit akun @hansssolo.

Baca juga : Bahlil: Jangan Lambat, Kita Harus Responsif

“Masalahnya kebijakan yang diambil AS pasti pengaruhnya ke IHSG hingga nilai tukar. Jadi, bukan semata perdagangan,” tulis akun @dipawuen_.

“Tujuan laten AS adalah kita buka kran impor bagi produk-produk mereka. Tapi, mau dibawa kemana industri dalam negeri kalau impor tak dibatasi?” ujar akun @Dedy44169434.

“Kalau RI kuat tidak perlu mengemis ke Trump, kalau RI kalah ya nego-nego dikit juga tidak ada ruginya, sambil meningkatkan kemampuan diri,” timpal akun @HandaliBen12382. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.