Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kopdes Gagasan Prabowo Bangun Ekonomi Kerakyatan
Zulkifli Hasan: Bukan Untuk Bagi-bagi Uang, Tapi Berdayakan Rakyat
Senin, 21 Juli 2025 07:25 WIB
Sebelumnya
Pak Menko, hari ini program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel Merah Putih) resmi diluncurkan. Sejauh ini, bagaimana perkembangan pelaksanaannya?
Iya, program Koperasi Desa ini akan diluncurkan secara resmi oleh Presiden Prabowo 21 Juli 2025 di Klaten. Dalam waktu sangat singkat, hanya 2,5 bulan, kami berhasil membentuk 81.147 Kopdes/Kel Merah Putih. Dari jumlah itu, 78.271 di antaranya sudah berbadan hukum.
Kenapa bisa secepat itu? Karena kami bentuk satuan tugas (Satgas) lintas kementerian/lembaga dan langsung menggerakkan semua lapisan. Saya sendiri sudah turun langsung ke lapangan keliling ke delapan provinsi besar. Berdialog dengan para kepala desa dan memastikan kesiapan mereka.
Struktur pelaksana program ini kami rancang secara solid dan terintegrasi. Wakil Menteri Koperasi ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Harian, didampingi Wakil Menteri Pertanian sebagai wakil ketua. Sementara itu, jajaran anggota terdiri dari Wakil Menteri Desa, Wakil Menteri Dalam Negeri, serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan. Dukungan fungsional juga diperkuat oleh kehadiran Wakil Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Keuangan. Semua bergerak, semua terlibat.
Kalau boleh tahu apa latar belakang lahirnya program Kopdes/Kel Merah Putih ini?
Baca juga : Budi Arie Setiadi: Pembangunan Lebih Merata, Desa Makin Kreatif Dan Mandiri
Prinsip utamanya negara harus kuat agar bisa membantu yang lemah. Pak Prabowo tidak percaya pada pendekatan yang hanya mengandalkan mekanisme pasar dan efek trickle-down. Pak Presiden tidak percaya bahwa kalau orang sudah kaya, nanti kekayaannya otomatis akan menetes ke bawah atau dibagi-bagi. Tidak.
Karena itu, negara harus kuat agar bisa membantu yang lemah. Nah, Pak Prabowo memberi arahan, untuk membangun ekonomi kerakyatan. Salah satunya lewat koperasi desa. Ini sesuai dengan visi beliau. Contohnya juga, seperti era Pak Harto dulu. Membangun IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara), Pindad, Petrokimia, Bulog, irigasi, dan sebagainya.
Mengapa Presiden menganggap pendekatan ini penting?
Beliau ingin rakyat diberdayakan, bukan dikasihani. Selama ini rakyat kecil hanya menerima bantuan-bantuan kecil. Lama-lama mentalnya bisa jadi mental penerima sedekah. Program ini untuk mengubah itu. Jadi bukan program belas kasihan, tapi membangun kemandirian.
Kalau kita lihat, di sektor perbankan, uang ribuan triliun hanya berputar di 50 grup usaha saja. Kalau dihitung orangnya, mungkin hanya 20 orang. Di kalangan bawah? Rakyat kecil cuma dikasih bantuan 10 kilogram beras, bantuan Rp 500 ribu, atau sedekah. Lama-lama mental rakyat jadi mental duafa. Karena terbiasa minta-minta. Saat Pilkades minta, Pilkada minta, terus begitu.
Baca juga : Kejari Jakpus 2 Kali Periksa Eks Menkominfo Johnny Plate
Jadi rakyat tidak butuh dikasihani. Rakyat juga tidak butuh kasihan. Yang rakyat butuh adakah political will dan kemudahan berusaha. Jadi program Kopdes ini bukan soal bagi-bagi uang. Ini soal pemberdayaan rakyat.
Pembangunan koperasi di masa lalu punya riwayat tidak bagus. Apa yang membedakan Kopdes Merah Putih sekarang dengan koperasi sebelumnya?
Jujur saja koperasi di Indonesia sudah dicap buruk. Dan faktanya memang banyak koperasi gagal. Karena koperasi dulu diberi dari uang APBN. Dibagi-bagi. Lalu dibuat usaha simpan pinjam. Lalu usahanya macet dan ujungnya gagal. Bahkan KUD pernah diplesetkan jadi 'ketua untung duluan'. Koperasi Desa sekarang tidak seperti itu. Sekarang tidak ada lagi bagi-bagi uang. Semua berbasis usaha riil, sistem yang rapi, dan pengawasan yang ketat.
Makanya, jika Kopdes gagal kali ini, saya rasa masa depan koperasi di Indonesia selesai. Sekarang saja banyak yang tak percaya lagi sama koperasi.
Saat ini yang rakyat butuh adalah political will dan kemudahan berusaha, bukan uang. Ini bukan soal uang, ini soal pemberdayaan. Jadi kita mulai dari menentukan usaha yang sustain, yang benar-benar dibutuhkan rakyat.
Baca juga : Pimpinan LPS Diharap Bisa Jaga Integritas
Apa saja unit usaha utama yang akan dijalankan oleh Kopdes/Kel Merah Putih nantinya?
Pertama, warung sembako. Ini untuk memotong rantai distribusi sampai ke desa, langsung dari Bulog atau ID Food. Kedua, jadi agen pupuk. Petani selalu butuh pupuk. Kopdes akan jadi agen pupuk. Saat ini subsidi pupuk saja Rp 40 triliun. Dengan sistem yang benar, pasti menguntungkan.
Ketiga, pangkalan gas melon LPG 3 kg. Keempat, menjadi agen Brilink dari BRI. BRI saat ini punya 1,2 juta agen Brilink. Kita arahkan agar 80 ribu Kopdes bisa menjadi lokasi agen Brilink. Mereka bisa dapat komisi dari setor tunai, bayar listrik, top-up pulsa, dan lain-lain.
Kelima, penyerapan gabah dan jagung oleh Bulog. Kita atur harga gabah Rp 6.500. Petani harus terima harga itu. Ongkos angkut Rp 200/kg akan diberikan ke Kopdes. Kalau Kopdes bisa menggiling padi, ada tambahan Rp 600/kg. Jagung pun begitu, akan dibeli Rp 5.500, agar tak lagi ditekan tengkulak.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya