Dark/Light Mode

Menag & Cendekiawan Kristen Dorong Kurikulum Cinta Untuk Cegah Intoleransi

Jumat, 15 Agustus 2025 08:02 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) di Ruang VVIP Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2025).
Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) di Ruang VVIP Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Mencegah intoleransi membutuhkan sesuatu yang lebih kuat daripada peraturan pemerintah atau undang-undang. 

Hal itu disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menerima audiensi Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) di Ruang VVIP Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2025).

"Sekalipun ada undang-undang yang paling baik, itu bukan jaminan. Ada hal yang sangat mendasar, yaitu rasa cinta kepada sesama manusia, cinta kepada Tuhan, dan cinta kepada alam. Karena itu kami kembangkan Kurikulum Berbasis Cinta,"ujar Menag dikutip dari laman Kemenag.

Menurutnya, regulasi memang penting, namun perubahan perilaku masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan aturan formal. 

Baca juga : Pertamina Optimalkan Media Digital Untuk Edukasi Energi

"Tidak mungkin kita bisa mengubah perilaku masyarakat tanpa mengubah sistem etika, dan tidak mungkin mengubah etika tanpa mengubah sistem teologinya," jelasnya.

Menag juga memaparkan konsep ekoteologi yang sedang dikembangkan Kementerian Agama, yang menekankan keselarasan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. 

"Kalau ini sudah seimbang, kita tidak melihat orang lain sebagai orang lain, tapi sebagai diri kita sendiri. Bahkan alam semesta pun bagian dari diri kita," ujarnya.

Ketua Umum PIKI, Badikenita Sitepu menyambut baik pandangan Menag. Ia menilai, penguatan nilai-nilai kemanusiaan di atas sekat mayoritas-minoritas sangat penting untuk keutuhan bangsa. 

Baca juga : Pertamina Kirim Perdana Bioavtur Minyak Jelantah untuk Penerbangan

"Bagi kami, keharmonisan bangsa harus menjadi tujuan utama. Apapun yang bisa kita lakukan bersama untuk mewujudkannya, termasuk mempererat hubungan dengan alam, akan kami dukung penuh,"katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas iman. "Di PIKI, kami telah bergabung dengan berbagai organisasi cendekiawan lintas agama. Kami percaya dialog dan kerja sama berkelanjutan adalah jalan terbaik untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan cinta kepada sesama,"lanjutnya.

Menag Nasaruddin menyoroti praktik pembelajaran agama yang justru menanamkan kebencian. Ia menekankan perlunya kurikulum yang menumbuhkan sikap saling menghargai sejak pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi. 

"Mengajarkan kebencian bukan mengajarkan agama. Kita ingin generasi tumbuh dalam lingkup saling percaya," tegasnya.

Baca juga : Panggung K-Pop, Ajang POTEK Dance Fest Dorong Talenta Muda Go Internasional

Ia juga mengingatkan bahwa kerusakan alam merupakan ancaman serius. 

"Kalau alam ini tidak damai dengan kita, kiamat akan datang lebih awal. Karena itu, krisis kemanusiaan dan krisis lingkungan harus diatasi bersama,"pungkas Menag.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.