Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertamina Kirim Perdana Bioavtur Minyak Jelantah untuk Penerbangan
Selasa, 12 Agustus 2025 12:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Cilacap resmi mengirim perdana produk Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku minyak jelantah, Senin (12/8).
Produk ramah lingkungan ini hasil pengolahan dengan teknologi Co-Processing menggunakan Katalis Merah Putih buatan dalam negeri, dan menjadi tonggak penting peta jalan pengembangan SAF Indonesia.
“Hari ini merupakan sebuah kebanggaan tidak hanya bagi Pertamina, tetapi juga bagi Bangsa Indonesia. KPI secara resmi melakukan seremonial pengiriman perdana produk Pertamina SAF berbahan baku minyak jelantah,” kata Direktur Utama KPI Taufik Adityawarman dalam keterangan tertulis perusahaan, Selasa (12/8/2025).
Pengiriman perdana sekitar 32 kiloliter SAF dari Kilang Cilacap ini untuk penerbangan pertengahan Agustus menggunakan pesawat Pelita Air Services rute Jakarta–Denpasar.
Taufik menyebut, SAF ini mampu menurunkan emisi karbon hingga 84 persen dibanding avtur fosil. “Ini sejalan dengan target pemerintah menurunkan emisi karbon dan mencapai net zero emission pada 2060 atau lebih cepat,” ujarnya.
Menurut Taufik, setiap maskapai yang memakai SAF Pertamina akan mendapat Proof of Sustainability dari ISCC CORSIA yang membuktikan rantai pasok memenuhi standar keberlanjutan.
Baca juga : Pertamina Perkuat Peta Jalan NZE Untuk Ketahanan Dan Keberlanjutan Energi
Ia menambahkan, inovasi ini juga selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemandirian energi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Momen pengiriman perdana ini juga menjadi sangat penting karena dilaksanakan menjelang Hari Kemerdekaan. Semangat kemerdekaan menjadi inspirasi bagi kita untuk merdeka dan mandiri energi,” ujarnya.
SAF berbahan minyak jelantah ini melanjutkan sukses KPI memproduksi bahan bakar ramah lingkungan dari minyak inti sawit (RBDPKO) yang telah diuji terbang pada 2021 dan 2023 bersama Garuda Indonesia.
“Kami meyakini Pertamina SAF akan menjadi solusi strategis bagi industri penerbangan berkelanjutan,” ungkap Taufik.
Wakil Direktur Utama Pertamina (Persero) Oki Muraza menegaskan, Pertamina kini menjadi satu-satunya produsen SAF Co-Processing di ASEAN.
“Pertamina berhasil mengembangkan teknologi merah putih yang memproses minyak jelantah hingga 2,5 persen–3 persen, melampaui kemampuan lisensor internasional,” ucapnya.
Baca juga : Pertamina Pamerkan Rig Merah Putih-SAF Di KSTI 2025
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menambahkan, pihaknya akan melibatkan masyarakat lewat pengumpulan minyak jelantah di sejumlah SPBU.
“Kami menerapkan People, Profit, Planet dengan mengumpulkan UCO dari masyarakat sehingga menjadi produk luar biasa,” katanya.
Direktur Utama Pelita Air Service, Dendy Kurniawan, menyatakan siap memakai SAF Pertamina untuk penerbangan.
“Kami bangga menjadi yang pertama menguji bahan bakar ramah lingkungan ini demi keberlanjutan energi hijau,” tuturnya.
Komisaris Independen KPI Prabunindya Revta Revolusi menyebut SAF Pertamina akan mengangkat martabat Indonesia di mata dunia.
“Kini hanya Indonesia yang punya avtur dengan kandungan SAF tertinggi di dunia, 2,5 persen. Emisi sektor penerbangan 2 persen-4 persen dari emisi karbon dunia. SAF akan memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional,” tegasnya.
Baca juga : Calon Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK: Pemberi Perintah dan Penerima Aliran Dana
Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan menilai, produksi SAF adalah awal perjalanan panjang Pertamina membangun ekosistem energi berkelanjutan.
“KPI sudah berencana memperluas produksi SAF ke Kilang Dumai dan Balongan sebagai simpul penting rantai pasok energi hijau,” pungkasnya.
Produksi SAF ini disebut Pertamina sebagai kado untuk HUT ke-80 Kemerdekaan RI, sekaligus bukti kemandirian energi karya anak bangsa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya