Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mengunjungi Dapur Gizi Jimmy Hantu Di Bogor
Sisa MBG Jadi Pakan Ternak, Karyawannya Warga Sekitar
Rabu, 17 Desember 2025 07:00 WIB
Sebelumnya
Hasil ternak pun kembali masuk ke rantai konsumsi MBG. Telur bebek dan entok diolah menjadi lauk dan dibagikan kepada anak-anak. Prosesnya berputar, tanpa menyisakan sampah, membentuk ekosistem dapur gizi yang berkelanjutan.
Dari pengelolaan limbah tersebut, muncul nilai ekonomi tambahan. Jimmy kini memproduksi pupuk cair berbahan dasar hormon tanaman hasil racikannya sendiri. Produksi dan pengelolaan dilakukan secara mandiri, sementara kerja sama dengan pemerintah sebatas perizinan edar.
Menurut Jimmy, pendekatan ini menunjukkan dapur SPPG tak hanya berfungsi menyalurkan makanan, tetapi juga membangun sistem berkelanjutan.
Baca juga : Krisis Iklim Jadi Tantangan Bagi Ketahanan Nasional
“Ini soal ekosistem. Sirkular ekonomi itu istilah keren, intinya sirkular kehidupan,” katanya.
Selain itu, Jimmy menjelaskan seluruh operasional dapur dijalankan oleh karyawan yang berasal dari warga sekitar. SPPG didukung tenaga ahli gizi dan juru masak profesional. Dapur ini telah mengantongi Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) serta didukung 12 juru masak. Seluruh tenaga kerja pun telah terdaftar sebagai peserta BPJS.
Untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan, pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan setiap tiga bulan, meliputi tes kolesterol, diabetes, dan pemeriksaan kesehatan lainnya. Sementara pemeriksaan harian seperti tensi darah dan suhu tubuh menjadi kewajiban sebelum mulai bekerja.
Baca juga : Gubernur Dan Wagub Kalbar Diminta Duduk Bersama
“Tiap tiga bulan sekali kita tes kesehatan. Kalau tiap hari wajib, sebelum masuk kerja wajib tensi darah sampai suhu badan,” kata Jimmy.
Juru Bicara BGN Dian Fatwa menilai, pengolahan limbah sisa makanan dari Program MBG seperti yang dilakukan Jimmy Hantu berpotensi dikembangkan menjadi sumber ekonomi sirkular melalui mekanisme perdagangan karbon.
Dian mengatakan, perdagangan karbon dapat dilakukan melalui berbagai skema. Mulai dari mangrove, lahan gambut, hingga pengolahan sisa makanan. Namun, dibandingkan mangrove atau lahan gambut yang birokrasi dan prosesnya cukup rumit, food waste dinilai lebih sederhana.
Baca juga : Afirmasi Angka 30 Persen, Golkar Dukung Total Perempuan
“Food waste ini lebih simpel. Ketika kita mampu mengolah dan mengukur berapa emisi yang berhasil kita tahan agar tidak dibuang ke tempat sampah, itu bisa diukur badan internasional dan dijual di pasar voluntary, bukan obligation market,” ujar Dian. JAR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Rabu, 17 Desember 2025 dengan judul "Mengunjungi Dapur Gizi Jimmy Hantu Di Bogor, Sisa MBG Jadi Pakan Ternak, Karyawannya Warga Sekitar"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya