Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemendukbangga Dorong Kesadaran Anti-Bullying Lewat Gen Z Fest
Jumat, 19 Desember 2025 13:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Fenomena perundungan atau bullying di kalangan Generasi Z kian menjadi perhatian serius. Tekanan sosial dan tantangan kesehatan mental di era digital dinilai memperparah persoalan tersebut.
Berdasarkan Journal of Affective Disorders edisi 2025, praktik bullying—baik fisik, verbal, maupun siber—secara global berkontribusi terhadap munculnya kecemasan, depresi, hingga ide bunuh diri. Konon, satu dari empat anak pernah mengalami perundungan, dengan dampak jangka panjang terhadap kepercayaan diri.
Merespons kondisi itu, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menggelar Gen Z Fest: The Next Wave of Digital Natives.
Baca juga : Gen Z Fest, Cara Kemendukbangga Perangi Bullying di Era Digital
Kegiatan ini menjadi upaya mendorong kesadaran kolektif serta peran aktif generasi muda dalam mencegah bullying sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
“Tugas negara, tugas Pemerintah, adalah memastikan bahwa hal-hal yang berkenaan dengan bullying, apa pun alasannya dan apa pun sebabnya, harus kita lawan,” tegas Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, di acara yang digelar luring di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Diungkapkannya, Gen Z dikenal sebagai kelompok yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, dengan karakter adaptif dan kreatif.
Baca juga : Axis Communications Dorong Penerapan AI Untuk Keselamatan Kerja
Namun, akses informasi yang luas, membawa tantangan baru, mulai dari perundungan di ruang fisik dan digital, tekanan sosial, hingga persoalan kesehatan mental.
Kondisi ini, menuntut pendekatan komunikasi yang relevan dan dekat dengan dunia anak muda. Nah, melalui Gen Z Fest, program ini dirancang sebagai ruang dialog nasional yang memadukan unsur edukasi, hiburan, dan partisipasi aktif generasi muda.
Kegiatan ini menghadirkan talkshow interaktif, pertunjukan musik, serta keterlibatan influencer dan content creator untuk mengampanyekan nilai kesehatan mental, anti-bullying, dan penguatan peran keluarga.
Baca juga : Parade Kebudayaan Museum Perang Sintuak Dorong Semangat Perjuangan Lewat Seni
Melalui pendekatan kekinian, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan Generasi Z, menumbuhkan kesadaran kolektif, serta mendorong anak muda menjadi agen perubahan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.
Hadir di acara tersebut, influencer Fajar “Sadboy” mengajak Gen Z untuk tetap berfikir positif.
“Anak muda yang hebat itu bukan anak muda yang banyak gaya, tapi anak muda yang banyak karya,” ujar Fajar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya