Dark/Light Mode

Gejala Mirip Flu Musiman

Kemenkes: Influenza A(H3N2) Subclade K Tidak Lebih Parah, Situasi Terkendali

Jumat, 2 Januari 2026 13:18 WIB
Ilustrasi virus Influenza A(H3N2) subclade K (Foto: dok. Kemenkes)
Ilustrasi virus Influenza A(H3N2) subclade K (Foto: dok. Kemenkes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan, situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025, berada dalam kondisi terkendali. Tidak menunjukkan adanya peningkatan derajat keparahan, dibanding clade maupun subclade influenza lainnya.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes  Prima Yosephine menjelaskan, secara global, peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat (AS) sejak minggu ke-40 tahun 2025. Seiring masuknya musim dingin.

Subclade K yang pertama kali diidentifikasi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada Agustus 2025, kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

Baca juga : Pertamina EP Subang Gercep Tangani Ledakan Sumur, Situasi Aman Terkendali

“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar Prima di Jakarta, Jumat (2/1/2025).

Di kawasan Asia, subclade K telah dilaporkan di sejumlah negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025. Meski influenza A(H3) menjadi varian dominan, tren kasus influenza di negara-negara tersebut menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.

Di Indonesia, hasil surveilans juga menunjukkan bahwa influenza A(H3) merupakan varian dominan. Tren kasus influenza nasional tercatat menurun dalam dua bulan terakhir. Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca juga : Semoga Program 3 Juta Rumah Tidak Terkendala

“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” jelasnya.

Dari total 843 spesimen positif influenza yang diperiksa, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan WGS. Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal, dan saat ini bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans WHO.

Kemenkes RI memastikan akan terus memperkuat surveilans, pelaporan, serta kesiapsiagaan untuk merespons perkembangan situasi influenza sesuai dinamika yang ada.

Baca juga : Galaxy Z Fold5 Jadikan Bekerja Jarak Jauh Kamu Lebih Maksimal

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. Vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian.

Masyarakat juga diimbau tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.