Dark/Light Mode

Darmin Sesumbar Inflasi Jelang Lebaran Terkendali

Jumat, 31 Mei 2019 06:29 WIB
Darmin Nasution
Darmin Nasution

RM.id  Rakyat Merdeka - Kenaikan beberapa jenis kebutuhan pokok serta membengkaknya pengeluaran masyarakat untuk biaya transportasi saat mudik Lebaran dipastikan tidak akan berimbas pada inflasi. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution optimis, turunnya beberapa harga komoditas pangan selama Ramadan, inflasi tetap stabil. 

“Inflasi Mei diyakini akan terkendali meski di bulan Ramadan. Harga sejumlah komoditas seperti bawang putih maupun tiket pesawat terbang mulai turun, laju inflasi akan rendah. Tapi kalau tanya angkanya jangan dulu deh,” kata Darmin di Jakarta. 

Berita Terkait : Sadar Bencana, Kemenperin Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran

Diterangkannya, tiket pesawat tidak terlalu besar peranannya dalam pengeluaran rumah tangga selama Ramadan. Iapun meyakini, tiket pesawat tidak akan terlalu besar mendorong laju inflasi bulan ini. 

“Memang kalau tiket pesawat itu ada turunnya, tapi pasti ngga banyak. Pertanyaannya sebetulnya adalah bukan besarnya perubahan harga dari suatu barang atau jasa. Tapi seberapa besar peranan dari pengeluaran rumah tangga untuk barang atau jasa itu,” tuturnya. 

Selain tiket pesawat, Darmin mengatakan kalau komoditas bawang putih tetap berpotensi meningkatkan inflasi pada bulan Mei. Namun, dia mengatakan, bahwa komoditas tersebut tidak perlu dikhawatirkan bila harganya melonjak. Pasalnya, bawang putih sebagai komoditas yang sifatnya jangka pendek akan cepat mengalami penurunan harga kembali. 

Berita Terkait : Kenaikan Harga Tiket Pesawat Semena-mena

Menurutnya, apabila komoditas yang mengalami kebaikan harga adalah beras, di mana peranannya dalam konsumsi rumah tangga cukup tinggi, maka hal itu akan berdampak sangat signifikan terhadap laju inflasi. 

“Kalau bawang putih, begitu udah turun, sekarang kan udah turun, ya nanti dia turun. Nah, walaupun di satu bulan dia udah naik (harganya), di bulan berikutnya dia bisa turun,” ujarnya. 

Darmin juga meyakini, pertumbuhan ekonomi sepanjang April-Juni 2019 akan lebih tinggi dari periode JanuariMaret tahun ini. Sebab, ada dukungan ekonomi dari momen Ramadan, Lebaran, hingga pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, Polri dan pensiunan, hingga pegawai swasta. 
Darmin optimis, perekonomian di triwulan kedua bisa tumbuh hingga menyentuh kisaran 5,1 persen. Sebelumnya, di tiga bulan pertama tahun ini, ekonomi Indonesia hanya tumbuh di angka 5,07 persen. 

Berita Terkait : Darmin Dorong Benchmarking Dalam Pemeriksaan Pajak

“Biasanya kuartal II lebih tinggi dari kuartal I. Kalau 5,1 persen ya bisa, tapi nantilah kalau angka pastinya,” ungkapnya. 

S e b e l u m n y a , M e n t e r i Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berharap cairnya THR PNS Mei dan gaji ke-13 pada Juni mendatang bisa mendongkrak signifikan pertumbuhan ekonomi di triwulan kedua tahun ini. 

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi triwulan II, akan dipacu oleh konsumsi dan investasi dari sisi permintaan. Sedangkan dari sisi suplai produksinya, mengandalkan pada sektor manufaktur, perdagangan, sektor keuangan, dan transportasi. “Kita berharap nanti di kuartal II momentum pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih tinggi dari kuartal I,” ujarnya. (NOV)