Dark/Light Mode

Dilantik Jadi Kepala Bakom, Qodari Siap Perkuat Komunikasi Pemerintah

Senin, 27 April 2026 17:12 WIB
Muhammad Qodari memberikan keterangan kepada wartawan usai dilantik menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Dok. UMM/RM.ID
Muhammad Qodari memberikan keterangan kepada wartawan usai dilantik menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Dok. UMM/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Muhammad Qodari resmi menjabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Ia menilai tugas komunikasi publik ke depan semakin menantang seiring banyaknya program strategis yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Qodari mengaku penunjukan ini menjadi pelantikan ketiganya dalam masa pemerintahan saat ini. Ia menyebut tanggung jawab yang diemban kali ini lebih besar dibanding sebelumnya.

“Terus terang waktu dikasih tahu, doa saya tambah panjang, karena ini tugas yang berat sekali,” ujar Qodari di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Baca juga : Polemik Anak Bupati Jadi Kepala Dinas, DPRD Malang Sidang BKPSDM & Baperjakat

Menurutnya, tantangan utama terletak pada besarnya program pemerintah yang harus disampaikan secara utuh kepada publik. Ia menilai, setiap kebijakan perlu dijelaskan latar belakang dan tujuannya agar mudah dipahami masyarakat.

“Program pemerintah sangat banyak, sangat masif, bahkan membawa paradigma baru. Ini semua harus dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat,” katanya.

Qodari menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat komunikasi pemerintah, termasuk dengan media massa. Ia juga menyoroti perubahan lanskap media dalam satu hingga dua dekade terakhir yang kini semakin dinamis.

Baca juga : Aktivitas Logistik Tetap Tinggi, J&T Cargo Perkuat Kualitas Layanan

Selain media konvensional, kata dia, media sosial memiliki peran besar dalam membentuk opini publik. Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena karakter dan regulasinya berbeda.

“Media sosial hari ini juga berperilaku seperti pers, meskipun dengan regulasi yang berbeda. Ini menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.

Meski demikian, Qodari belum ingin terburu-buru merumuskan strategi baru. Ia memilih mempelajari pola komunikasi yang sudah berjalan, sambil berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat efektivitas penyampaian informasi.

Baca juga : Ubah Rob Jadi Peluang, Demak Didorong Jadi Pusat Ekonomi Pesisir

Ia menilai, tantangan komunikasi pemerintah bukan hanya soal metode atau figur, tetapi juga pada besarnya substansi program yang harus disampaikan secara luas kepada masyarakat.

“Bukan dari caranya, bukan dari orangnya, tetapi dari tugasnya yang memang sangat besar. Karena itu, komunikasi harus dilakukan secara lebih optimal ke depan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.