Dark/Light Mode

Asal Jaga Jarak, Masker Kain Bisa Cegah Covid-19

Rabu, 1 April 2020 19:18 WIB
Masker kain bisa mencegah penularan wabah corona
Masker kain bisa mencegah penularan wabah corona

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah langkanya masker, masyarakat bisa menggunakan masker kain untuk mencegah penularan wabah corona asal Chian, yang sudah banyak korban jiwa.  

Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, Erlina Burhan mengatakan, bahwa masyarakat dapat menggunakan masker kain di tempat umum dan fasilitas lain. 

Namun, pengguna masker kain juga perlu untuk menjaga jarak 1 sampai 2 meter untuk mencegah penularan virus Corona.

Di sisi lain, lanjut Erlina, penggunaan masker kain agak kurang efektif mencegah penularan virus corona penyebab COVID-19. Masker kain hanya bisa digunakan sebagai pilihan terakhir. 

Baca juga : Dengan Sistem Jaga Jarak, Kaji Terap Kementan Tetap Dilaksanakan

"Masker kain tidak bisa memproteksi masuknya semua partikel, dan ini tidak disarankan bagi tenaga medis. 40 hingga 90 persen partikel bisa menembus masker. Idealnya, dikombinasikan dengan penutup wajah," kata Erlina dalam keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu, (1/04).

Menurut dia, terdapat sejumlah mekanisme penularan virus dua di antaranya, melalui droplet dan airbone (partikel kecil yang terbawa udara). 

Masker kain ini memang memiliki perlindungan dari droplet, meski kecil. Tingkat perlindungan bagi partikel droplet ukuran tiga mikron hanya 10 sampai 60 persen. Jadi masih tergolong tinggi penularannya.

"Masker kain, perlindungan terhadap droplet ada, tapi tidak ada perlindungan terhadap aerosol atau partikel yang airbone," kata dia.

Baca juga : Top, Pejabat Negara Sampai Kepala Desa Sumbang Gaji Untuk Lawan Covid-19

Meski begitu, kata dia, pengunaan masker kain ini bisa digunakan sebagai pilihan terakhir jika ketersediaan masker bedah sudah sangat langka di pasaran. 

Tapi itu pun dengan catatan, bahwa yang wajib menggunakan masker bedah adalah orang sakit dan tenaga medis. Sementara masyarakat sehat dapat menggunakan masker bedah jika keluar rumah atau merawat orang sakit.

"Kalau orang sehat memborong dan memakai masker bedah, maka ketersediaan masker ini tidak ada lagi bagi tenaga kesehatan maupun orang sakit. Ini berbahaya kalau orang sakit tidak ada akses terhadap masker bisa jadi orang sakit ini jadi sumber penularan kita semua," kata dia.

Sementara masker bedah, efektif mencegah partikel airbone ukuran 0,1 mikron dari 30 hingga 95 persen. Namun masih memiliki kelemahan, yakni tidak bisa menutupi permukaan wajah secara sempurna terutama di sisi samping kiri dan kanan masker.

Baca juga : Yamaha Luncurkan Program Servis Di Rumah Cegah Corona

"Dan kelemahan lainnya hanya bisa digunakan sekali pakai," kata dia.

Adapun masker N95, memang tingkat efektifitas pencegahan penularan mencapai 95 persen namun masker ini tidak boleh dipakai sembarang orang. Masker ini menjadi protokol wajib tenaga kesehatan yang harus berkontak langsung dengan pasien penderita.

"Masker N95 mempunyai proteksi yang baik untuk droplet dan juga memiliki proteksi aerosol. Makanya, dianjurkan oleh tenaga medis, bukan masyarakat, dan efektifitasnya cukup tinggi partikel ukuran 0,1 mikron aerosol sampai 95 persen," kata dia. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.