Dark/Light Mode

Bakal Dihadiri Prabowo

BP Tapera-PKP Siapkan Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi Di Batang

Sabtu, 25 Juli 2026 20:18 WIB
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho ( tengah)  beri keterangan persiapan  Akad Massal KPR Sejahtera FLPP  dan Serah Terima Kunci serta Akad KUR Perumahan di kantor Pusat BP Tapera, Graha Mandiri, Jakarta, Jumat (24/7/2026) foto: BP Tapera
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho ( tengah) beri keterangan persiapan Akad Massal KPR Sejahtera FLPP dan Serah Terima Kunci serta Akad KUR Perumahan di kantor Pusat BP Tapera, Graha Mandiri, Jakarta, Jumat (24/7/2026) foto: BP Tapera

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan pelaksanaan Akad Massal KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan serah terima kunci sebanyak 62.000 rumah subsidi. Agenda tersebut juga akan dirangkai dengan akad Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026 di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, itu rencananya akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, akad massal tersebut merupakan tindak lanjut dari dua kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di Cileungsi, Jawa Barat, dengan 26.000 unit pada September 2025 dan di Serang, Banten, sebanyak 50.030 unit pada Desember 2025.

"Akad massal ini merupakan bagian dari upaya mendukung Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo," kata Heru di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Baca juga : Prabowo Terima Laporan Kapolri Soal Kamtibmas Dan Hari Bhayangkara

Heru menjelaskan, akad massal kali ini akan melibatkan 62.000 calon debitur yang tersebar di lebih dari 100 titik di 36 provinsi dengan dukungan 36 bank penyalur mitra BP Tapera.

Sebanyak 200 debitur akan hadir langsung di lokasi untuk melaksanakan akad, sedangkan sekitar 61.800 debitur lainnya mengikuti secara daring dari berbagai daerah.

Peserta yang hadir langsung berasal dari sejumlah bank penyalur, antara lain BTN, BSI, BNI, Bank Mandiri, Bank BJB, Bank Jateng, Bank Jateng Syariah, dan Bank DIY.

Selain akad FLPP, kegiatan juga akan diisi dengan akad KUR Perumahan yang diikuti sekitar 7.100 debitur. Rinciannya, sebanyak 6.873 debitur berasal dari sisi permintaan (demand) dan 227 debitur dari sisi penyedia. Sebanyak 200 debitur dijadwalkan melaksanakan akad secara langsung di lokasi acara. Dalam agenda tersebut, Presiden dijadwalkan menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada masing-masing 10 penerima manfaat KPR subsidi dan KUR Perumahan.

Baca juga : Kawal Musim Tanam, Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi

Penerima manfaat KPR subsidi berasal dari berbagai profesi, mulai dari pengemudi ojek online, pemuka agama, asisten rumah tangga, guru, perawat, anggota TNI dan Polri, hingga penjual jamu. Sementara penerima manfaat KUR Perumahan berasal dari kalangan perseorangan maupun pelaku usaha.

Presiden juga dijadwalkan meninjau kawasan perumahan, berdialog dengan para penghuni, serta menyapa ribuan peserta akad massal yang mengikuti kegiatan secara daring. Heru memastikan seluruh persiapan terus dimatangkan agar pelaksanaan acara berjalan lancar.

"Kami terus berkoordinasi dengan Menteri PKP selaku Ketua Komite Tapera, tim Kepresidenan, pemerintah daerah, bank penyalur, serta asosiasi pengembang perumahan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses," ujarnya.

Menurut Heru, rencana kehadiran Presiden dalam akad massal untuk ketiga kalinya menunjukkan besarnya perhatian pemerintah terhadap penyediaan rumah pertama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca juga : Prabowo Janji Perhatikan Nasib Nelayan: Tak Boleh Lagi Diabaikan

"Ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah," tegasnya.

Hingga 23 Juli 2026, realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP telah mencapai 111.537 unit rumah dengan nilai pembiayaan Rp13,874 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 71.250 unit atau 63,88 persen dimanfaatkan pekerja swasta, 19.254 unit atau 17,26 persen oleh pelaku usaha atau wiraswasta, 10.944 unit atau 9,81 persen oleh PNS serta anggota TNI dan Polri, dan 10.089 unit atau 9,05 persen oleh profesi lainnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.