Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KPK Mengajar Tanamkan Integritas kepada Siswa di Wilayah 3T NTT
Sabtu, 25 Juli 2026 23:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas pendidikan antikorupsi hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Melalui program KPK Mengajar dalam rangkaian Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026, KPK mengajak para siswa di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai integritas sejak usia dini.
Kegiatan KPK Mengajar berlangsung pada 21–22 Juli 2026 dengan menyambangi dua sekolah, yakni SD Negeri Batu Esa di Kabupaten Kupang dan SD Negeri 2 Tublopo di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Di kedua sekolah tersebut, KPK memperkenalkan nilai-nilai integritas seperti kejujuran, tanggung jawab, keberanian, disiplin, kepedulian, dan kesederhanaan melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Berbagai kegiatan digelar, mulai dari permainan edukatif, pemutaran film, senam bersama, hingga aktivitas yang dekat dengan keseharian anak-anak.
Baca juga : HAN 2026, KPK Gandeng Erasmus Huis Tanamkan Integritas lewat Film Antikorupsi
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pendidikan antikorupsi perlu ditanamkan sejak dini agar nilai-nilai integritas tidak hanya dipahami sebagai materi pelajaran, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami ingin nilai-nilai integritas tumbuh sejak usia dini dan menjadi bagian dari karakter anak-anak. Melalui KPK Mengajar, kami mengajak para siswa belajar bahwa kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian adalah bekal penting untuk meraih cita-cita sekaligus membangun masa depan yang lebih baik," ujar Budi, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Budi, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu, KPK ingin menumbuhkan optimisme agar para pelajar tetap percaya diri dalam mengejar cita-cita meski menghadapi berbagai keterbatasan.
"Setiap anak berhak bermimpi dan memperjuangkan cita-citanya. Kami ingin mereka yakin bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menjadi generasi yang berintegritas dan memberikan manfaat bagi bangsa," tegasnya.
Selain memberikan edukasi kepada siswa, KPK juga berdialog dengan kepala sekolah dan para guru serta meninjau kondisi sarana dan prasarana pendidikan.
Baca juga : Hari Anak Nasional, KPK Tanamkan Integritas Lewat Edukasi Interaktif
Dari kunjungan tersebut, KPK melihat masih adanya tantangan dalam pemenuhan fasilitas pendidikan, khususnya di wilayah perbatasan seperti SD Negeri 2 Tublopo.
Budi menilai, penguatan karakter perlu berjalan beriringan dengan penyediaan lingkungan belajar yang memadai agar proses pendidikan berlangsung secara optimal.
"Pendidikan antikorupsi membutuhkan kolaborasi semua pihak. Karena itu, KPK akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan berbagai mitra agar nilai-nilai integritas dapat tumbuh dan mengakar sejak dini di seluruh Indonesia," tuturnya.
Pada rangkaian JNBA 2026, program KPK Mengajar menjangkau 12 sekolah. Sebanyak 10 sekolah berada di sepanjang jalur JNBA di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Yakni, Kabupaten Lombok Barat, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Kabupaten Sumba Timur, dan Kabupaten Sumba Barat Daya.
Baca juga : PLN Insurance Serahkan Klaim PDKB Rp 110 Juta kepada Ahli Waris Petugas PLN
Sementara itu, dua sekolah lainnya berada di Kalimantan Tengah sebagai bagian dari pelaksanaan Integrity Project dalam KPK Student Camp 2026.
Program ini menjadi bagian dari komitmen KPK untuk memperluas pendidikan antikorupsi dan membangun budaya integritas sejak bangku sekolah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya