Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Atasi 8,12 Juta Keluarga Berisiko Stunting
Pemerintah Sinergikan MBG, Dashat Dan Genting
Kamis, 6 Agustus 2026 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat upaya pencegahan stunting dengan memprioritaskan pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Langkah tersebut mendesak dilakukan karena masih terdapat 8,12 juta Keluarga Berisiko Stunting (KBS) yang membutuhkan intervensi sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Jumlah KBS di Indonesia masih tergolong tinggi. Kondisi ini membuat Pemerintah menempatkan pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai salah satu strategi utama untuk menekan angka stunting, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
“Saat ini terdapat 41,43 juta keluarga yang memiliki pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui atau balita. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8,12 juta keluarga telah teridentifikasi sebagai KBS,” ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji dalam keterangan resminya, Rabu (5/8/2026).
Menurut dia, besarnya jumlah keluarga yang masuk kategori berisiko menunjukkan pentingnya intervensi sejak awal kehidupan anak. Sebab itu, pemenuhan gizi pada periode 1.000 HPK menjadi fondasi utama dalam pencegahan stunting.
Baca juga : Kawal Program Pemerintah, Politisi Gerindra Sidak Sekolah Rakyat Di Daerah
Salah satu intervensi yang kini diperkuat Pemerintah, lanjut Wihaji, adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD atau kelompok 3B. Program tersebut diharapkan mampu memastikan kebutuhan gizi kelompok paling rentan terpenuhi sejak awal kehidupan.
Dijelaskan, pelaksanaan MBG tidak hanya berfokus pada penyaluran makanan bergizi, juga memastikan bantuan diterima oleh sasaran yang tepat.
Untuk itu, Kemendukbangga/BKKBN melibatkan 122.108 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas melakukan verifikasi dan validasi penerima manfaat, memberikan edukasi mengenai pola makan sehat, memantau status gizi, serta melakukan pencatatan dan pelaporan.
Khusus di wilayah terluar, Pemerintah menerapkan pendekatan tambahan melalui Program Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang diinisiasi Kemendukbangga/BKKBN.
Baca juga : PAN Malut Bersiap Jadi Partai Modern-Profesional
Melalui program tersebut, kelompok masyarakat, khususnya ibu-ibu yang tergabung dalam Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), diberdayakan untuk mengolah makanan bergizi dengan pendampingan tenaga kesehatan dan ahli gizi.
Selain meningkatkan kualitas asupan gizi keluarga berisiko stunting, program ini juga diharapkan menggerakkan perekonomian lokal melalui pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di sekitar masyarakat.
“Inovasi ini telah diuji coba dan menjadi model alternatif yang efektif untuk memperluas akses pemenuhan gizi di daerah yang belum terjangkau layanan MBG secara optimal,” katanya.
Pemerintah juga memperluas kolaborasi dengan masyarakat melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Hingga 30 Juli 2026, program tersebut telah menjangkau 732.883 Keluarga Berisiko Stunting atau sekitar 73,29 persen dari target satu juta keluarga.
Baca juga : BNI Sukses Kantongi Laba Rp 10,8 Triliun
Wihaji menegaskan, sinergi antara Program MBG untuk kelompok 3B, Program Dashat, Gerakan Genting, serta pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga akan terus diperkuat untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting.
“Pendekatan itu tidak hanya fokus pada penyediaan makanan bergizi, juga membangun perubahan perilaku keluarga melalui edukasi yang berkelanjutan,” ujarnya. SSL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Kamis, 6 Agustus 2026 dengan judul "Atasi 8,12 Juta Keluarga Berisiko Stunting Pemerintah Sinergikan MBG, Dashat Dan Genting"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya