Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
504 Dapur MBG Ditutup Permanen
BGN Perketat Keamanan Pangan Dan Data Penerima
Senin, 17 Agustus 2026 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Gizi Nasional atau BGN memperketat keamanan pangan dan merapikan data penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil usai 504 dapur MBG ditutup permanen karena tidak memenuhi standar kelayakan sanitasi.
Kepala BGN Sudaryono memastikan pembenahan dilakukan dari dapur hingga basis data agar Program MBG berjalan tepat dan aman. Penutupan 504 dapur dilakukan berdasarkan laporan Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia yang disampaikan melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Ada 504 dapur yang kemudian kami tutup secara permanen karena dinyatakan tidak layak secara sanitasi,” tuturnya dalam keterangan pers, Jumat (14/8/2026).
Hingga 10 Agustus 2026, sekitar 3.000 dapur masih menjalani pemeriksaan untuk memastikan kelayakan sanitasi.
Pria yang akrab disapa Mas Dar itu menegaskan, keselamatan penerima manfaat menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program. Sebab itu, pemeriksaan nggak boleh dilakukan dengan mengabaikan standar keamanan pangan.
Baca juga : Menteri Rini: Tak Ada Jalan Pintas Untuk Jadi Birokrasi
Menurutnya, aspek tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan penerima manfaat, terutama anak-anak.
“Ini urusan nyawa seseorang, urusan nyawa anak-anak kita, itu tidak bisa kita tolong lagi,” tegasnya.
BGN juga menerapkan prinsip zero tolerance terhadap kasus keracunan dalam pelaksanaan MBG. Dia mengapresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) yang membantu pengawasan dan penanganan persoalan keamanan pangan di lapangan.
“Kami juga ingin menegaskan bahwa keinginan kami adalah zero tolerance terhadap adanya kasus keracunan,” ujarnya.
Selain memperketat pengawasan dapur, BGN menyiapkan Radar MBG sebagai portal digital untuk membuka informasi pelaksanaan program kepada masyarakat. Platform tersebut dapat digunakan orang tua, guru, kepala sekolah, kepala daerah, dan dinas terkait untuk memantau pelaksanaan MBG.
Baca juga : PDIP Sambut Positif, Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi Pemerintah Baik
Melalui Radar MBG, masyarakat dapat melihat sekolah penerima program, menu yang disajikan, kandungan gizi, foto makanan, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi makanan.
“Bisa dilihat sekolah mana, menunya apa, foto menunya ada, gizinya mana, dan dari SPPG mana,” tuturnya.
Keterbukaan tersebut diharapkan memperkuat pengawasan bersama terhadap kualitas makanan dan pelaksanaan MBG.
BGN juga terus meningkatkan kewajiban pelaporan digital bagi seluruh SPPG agar informasi yang tersedia dapat diperbarui secara konsisten.
Saat ini, sekitar 85 persen SPPG telah melakukan pengisian laporan secara digital.
Baca juga : Gerindra, PKS Dan PAN Usul Penambahan Dapil
BGN mendorong seluruh dapur memenuhi kewajiban tersebut, termasuk melaporkan proses produksi dan mengunggah informasi pendukung.
“Kami sedang meningkatkan dan mewajibkan semua dapur secara digital melaporkan proses produksi,” jelasnya. JAR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 12, edisi Senin, 17 Agustus 2026 dengan judul "504 Dapur MBG Ditutup Permanen BGN Perketat Keamanan Pangan & Data Penerima"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya