Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Tim Hukum Febrie: Jawaban Polri dan Kejagung Perkuat Praperadilan
- Rapat 4 Jam di BPKP, Hashim & Ara Bahas Pembentukan Tim Kawal Investasi Qatar
- Tahan Suku Bunga Di 5,75%, BI Fokus Jaga Stabilitas Rupiah
- Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan, MMB: Kado Indah HUT Kemerdekaan
- Juara Dewata Series, Igor Tolic Puji Mentalitas Skuad Persib
Diungkap Gubernur Zainal A Paliwang
Industri Dan Investasi Kaltara Serap 11.000 Tenaga Kerja
Rabu, 19 Agustus 2026 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi penanda penting bagi transformasi ekonomi Kalimantan Utara (Kaltara). Kawasan industri Tanah Kuning-Mangkupadi di Kabupaten Bulungan yang beberapa tahun lalu masih berupa proyek besar di atas kertas, kini mulai menunjukkan hasil nyata. Industri di kawasan tersebut telah menyerap belasan ribu tenaga kerja, menggerakkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), membangun industri hilirisasi, memproduksi aluminium hingga menembus pasar ekspor.
Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang menyampaikan rasa syukur atas perkembangan tersebut setelah memimpin Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Senin (17/8/2026).
Menurut dia, aktivitas industri di Kaltara kini telah menyerap sekitar 11 ribu tenaga kerja. Kehadiran kawasan industri juga menciptakan efek berganda karena puluhan UMKM ikut tumbuh melayani kebutuhan pekerja dan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan.
“Ini merupakan suatu kebanggaan kita di Kaltara, karena kita tahu bahwa sampai saat ini sudah 11 ribu tenaga kerja yang bekerja di lokasi tersebut,” ujar Zainal.
Baca juga : Kepolisian Bantu Proses Penanganan Bencana NTT
Perkembangan yang lebih penting, menurut Zainal, adalah mulai berjalannya kegiatan industri pengolahan di kawasan Tanah Kuning-Mangkupadi. Produk dari smelter yang dibangun di kawasan tersebut bahkan telah memasuki pasar ekspor.
Pernyataan Gubernur tersebut memperlihatkan perubahan penting dalam struktur ekonomi Kaltara. Daerah yang selama ini banyak bertumpu pada eksploitasi dan pengiriman komoditas primer secara bertahap mulai membangun rantai nilai industri di dalam daerah. Investasi tidak lagi berhenti pada pengambilan sumber daya alam, tetapi bergerak menuju pengolahan, manufaktur, energi, logistik dan ekspor produk bernilai tambah.
Investasi Capai Rp 14 Triliun
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara memperkuat gambaran tersebut. Kepala DPMPTSP Kaltara Hasriyani menyebut realisasi investasi di provinsi tersebut pada semester I-2026 telah mencapai sekitar Rp 14 triliun dari target pemerintah pusat sebesar Rp 30,55 triliun.
Sebagian besar investasi tersebut terkonsentrasi di kawasan industri Tanah Kuning-Mangkupadi.
Baca juga : Berbasis Desa, Trimedya: SPI Dukung Program Menteri Hukum Terkait Posbakum
Salah satu jangkar utama industrialisasi tersebut adalah smelter aluminium PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), perusahaan yang dikembangkan dalam kelompok usaha PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk, milik pengusaha nasional Garibaldi (Boy) Thohir.
Pada saat pembangunan, perusahaan memperkirakan proyek tersebut dapat menciptakan pekerjaan bagi lebih dari 6.000 tenaga kerja lokal pada fase konstruksi dan sekitar 1.500 orang pada fase operasional. Proyek itu sejak awal ditempatkan sebagai bagian dari strategi hilirisasi mineral Indonesia. Alumina tidak hanya menjadi bahan baku yang diperdagangkan, tetapi diproses lebih lanjut menjadi aluminium dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Perjalanan proyek kemudian memasuki tahap penting pada akhir 2025. Laporan Tahunan 2025 PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk mencatat KAI telah memulai pengujian dan commissioning sebagian smelter aluminium pada akhir 2025 dan menargetkan peningkatan operasi secara bertahap menuju kapasitas produksi penuh pada 2026.
Aluminium Kaltara Tembus Pasar Ekspor
Hasilnya mulai terlihat di pasar internasional. Berdasarkan data Export Genius yang dikutip Reuters pada 9 Juli 2026, KAI melakukan ekspor perdana aluminium pada Juni 2026.
Baca juga : Digitalisasi Dongkrak Pasar Dan Omzet UMKM
Sebanyak 31.494 metrik ton aluminium primer dikirim ke Amerika Serikat dan 3.569 ton ke Korea Selatan. Secara keseluruhan, ekspor tersebut mencapai lebih dari 35 ribu ton. Perusahaan menargetkan penjualan aluminium ingot hingga sekitar 350 ribu ton sepanjang 2026 untuk pasar domestik maupun ekspor.
Dengan demikian, hilirisasi di Tanah Kuning-Mangkupadi sudah mulai menghasilkan produk yang diterima pasar global. Perjalanan dari peletakan fondasi kawasan industri, pembangunan smelter, commissioning, produksi hingga ekspor menunjukkan pembangunan pusat industri baru di Kaltara telah memasuki tahap ekonomi riil.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya