Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Tim Hukum Febrie: Jawaban Polri dan Kejagung Perkuat Praperadilan
- Rapat 4 Jam di BPKP, Hashim & Ara Bahas Pembentukan Tim Kawal Investasi Qatar
- Tahan Suku Bunga Di 5,75%, BI Fokus Jaga Stabilitas Rupiah
- Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan, MMB: Kado Indah HUT Kemerdekaan
- Juara Dewata Series, Igor Tolic Puji Mentalitas Skuad Persib
Diungkap Gubernur Zainal A Paliwang
Industri Dan Investasi Kaltara Serap 11.000 Tenaga Kerja
Rabu, 19 Agustus 2026 07:00 WIB
Sebelumnya
Transformasi tersebut akan semakin penting ketika industri di Kaltara memperoleh dukungan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Salah satu proyek strategis yang sedang dibangun adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang Induk berkapasitas 1.375 megawatt (MW) di Kabupaten Malinau.
Listrik PLTA Mentarang Induk nantinya diarahkan untuk mendukung kebutuhan kawasan industri di Kalimantan Utara. Dengan kapasitas 1.375 MW, proyek tersebut menjadi salah satu elemen penting dalam strategi membangun ekosistem industri yang tidak hanya menghasilkan produk bernilai tambah, tetapi secara bertahap ditopang sumber listrik rendah karbon.
Baca juga : Kepolisian Bantu Proses Penanganan Bencana NTT
Konsep tersebut sebenarnya sudah menjadi bagian dari rancangan pengembangan smelter aluminium sejak awal. Dalam siaran pers Adaro tertanggal 22 Desember 2021 disebutkan bahwa pada fase produksi dan pengembangan berikutnya, smelter aluminium dirancang menggunakan energi baru dan terbarukan yang berasal dari PLTA dan pembangkit listrik tenaga surya.
Strateginya adalah menghasilkan aluminium dengan jejak karbon yang semakin rendah sehingga memiliki daya saing lebih tinggi di tengah meningkatnya permintaan global terhadap produk hijau. Integrasi antara energi terbarukan, kawasan industri dan hilirisasi inilah yang berpotensi menjadi keunggulan utama Kaltara.
Baca juga : Berbasis Desa, Trimedya: SPI Dukung Program Menteri Hukum Terkait Posbakum
PLTA menyediakan energi hijau dalam skala besar, kawasan industri menyediakan infrastruktur dan ekosistem manufaktur, sedangkan smelter serta industri turunannya menciptakan nilai tambah dan pasar ekspor.
Jika ketiga mata rantai tersebut berjalan sesuai rencana, Kaltara tidak sekadar menjadi lokasi produksi energi atau bahan mentah, melainkan berkembang menjadi basis industri hijau.
Kawasan Industri Berskala Besar
Baca juga : Digitalisasi Dongkrak Pasar Dan Omzet UMKM
Kawasan Tanah Kuning-Mangkupadi sejak awal diproyeksikan dalam skala sangat besar. Usulan KEK Mangkupadi/Industri Hilirisasi Terpadu Bulungan mencakup sekitar 11.696,53 hektare dan dirancang untuk kegiatan produksi dan pengolahan, logistik dan distribusi, serta pengembangan energi. Dalam proses pengusulannya, nilai investasi jangka panjang diproyeksikan mencapai sekitar Rp 504 triliun, dengan potensi penyerapan tenaga kerja sekitar 140.796 orang. BCG
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Rabu, 19 Agustus 2026 dengan judul "Diungkap Gubernur Zainal A Paliwang Industri Dan Investasi Kaltara Serap 11.000 Tenaga Kerja"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya