Dark/Light Mode

Revitalisasi SMKN 1 Sinabang Perkuat Akses Pendidikan Vokasi di Simeulue

Jumat, 28 Agustus 2026 22:54 WIB
Revitalisasi SMKN 1 Sinabang Perkuat Akses Pendidikan Vokasi di Simeulue

RM.id  Rakyat Merdeka - Revitalisasi sekolah tidak hanya menghadirkan bangunan baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pembelajaran dan pendidikan vokasi di wilayah 3T.

Hal itu terlihat di SMK Negeri 1 Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh, yang mendapat program revitalisasi satuan pendidikan dan kini memiliki ruang belajar serta fasilitas pembelajaran yang lebih layak.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan hasil revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 se-Kabupaten Simeulue di SMK Negeri 1 Sinabang, Selasa (25/8/2026).

Sekolah tersebut menjadi lokasi peresmian sekaligus salah satu penerima program revitalisasi.

Program revitalisasi di SMK Negeri 1 Sinabang mencakup sembilan ruang kelas baru (RKB), tiga ruang praktik siswa (RPS), dua laboratorium IPAS, satu unit rumah dinas, dan satu ruang administrasi.

Kepala SMK Negeri 1 Sinabang, Amaliati, mengatakan pembangunan tersebut menggantikan sejumlah bangunan lama yang kondisinya sudah tidak layak dan mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.

“Karena melihat kondisi di lapangan bahwa sekolah kami banyak yang sudah atapnya bocor, plafonnya juga sudah bocor, dindingnya sudah retak-retak, lantainya sudah pecah. Melihat kondisi seperti itu tidak nyaman untuk murid, maka kami mengusulkan untuk dilakukan revitalisasi,” tutur Amaliati.

Baca juga : Kemendikdasmen Pulihkan 71 LKP Terdampak Bencana-Perkuat Kompetensi 118 Guru SMK

Revitalisasi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh para siswa. Salah satunya Mulia Afiani, siswi kelas XI Kuliner, yang kini dapat belajar di ruang kelas sendiri.

Sebelumnya, karena keterbatasan ruang, siswa kompetensi keahlian Kuliner harus menggunakan laboratorium Tata Busana sebagai ruang belajar.

“Perasaannya senang. Soalnya sebelum ada kelas itu kami ditempatkan di dalam kelas lab Tata Busana. Kelas kami ini digabung sama busana,” ucap Mulia.

Kini, ruang kelas baru tersebut berdiri tepat di depan laboratorium Kuliner. Selain memberikan ruang belajar yang lebih nyaman, keberadaan fasilitas baru itu juga mendukung aktivitas praktik para siswa.

Hal serupa disampaikan Irene Rahmadani, siswi kelas XI Kuliner. Menurut dia, ruang kelas baru terasa lebih nyaman, sejuk, bersih, dan kokoh dibandingkan ruang belajar sebelumnya.

Namun, peningkatan fasilitas fisik tersebut masih perlu diikuti dengan pemenuhan peralatan praktik.

Irene dan Mulia menuturkan, untuk membuat berbagai produk kuliner, mereka masih mengandalkan mixer rumah tangga yang terkadang mati mendadak akibat panas berlebih saat digunakan.

Baca juga : Kemendikdasmen Beri Dukungan Psikososial bagi Murid Terdampak Gempa NTT

Kondisi tersebut dinilai menghambat proses praktikum siswa. Karena itu, Amaliati berharap status SMK Negeri 1 Sinabang sebagai calon penerima bantuan peralatan laboratorium dari pemerintah dapat segera terealisasi.

Menurutnya, kelengkapan peralatan praktik merupakan bagian penting dalam pendidikan vokasi, terutama bagi sekolah di wilayah terluar.

Dengan fasilitas yang memadai, kompetensi lulusan diharapkan mampu bersaing secara nasional.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan fisik sekolah bukan merupakan tujuan akhir, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Revitalisasi dan digitalisasi itu bukan tujuan, tetapi sarana untuk kita meningkatkan kualitas pembelajaran dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Abdul Mu’ti didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Tatang Muttaqin.

Tatang menegaskan, revitalisasi satuan pendidikan, khususnya di wilayah 3T, perlu dilanjutkan dengan penguatan sarana pembelajaran, termasuk pemenuhan peralatan praktik bagi SMK.

Baca juga : 59 Sekolah di Simeulue Direvitalisasi, Terbanyak Sepanjang Sejarah

Menurut Tatang, penyediaan peralatan praktik harus disesuaikan dengan kompetensi keahlian yang diselenggarakan sekolah, standar sarana dan prasarana, serta perkembangan kebutuhan dunia kerja.

Dengan demikian, pembelajaran vokasi dapat berlangsung secara optimal dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.

“Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak berhenti pada perbaikan bangunan, tetapi perlu diikuti dengan penguatan sarana pembelajaran. Dalam pendidikan vokasi, ketersediaan peralatan praktik yang sesuai dengan kompetensi keahlian dan perkembangan kebutuhan industri menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta kompetensi lulusan,” jelas Tatang.

Revitalisasi SMK Negeri 1 Sinabang menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan bermutu di wilayah 3T membutuhkan upaya yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Pembenahan bangunan memberikan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman, sementara pemenuhan peralatan praktik menjadi langkah penting untuk memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.