Dark/Light Mode

Memulihkan NTT, Menjaga Kehidupan

Kerja Serius Kementerian PU Dalam Penanganan Bencana Dan Pemulihan Infrastruktur

Rabu, 2 September 2026 09:48 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo berkali-kali turun langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca gempa bumi. Foto: Kementerian PU
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo berkali-kali turun langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca gempa bumi. Foto: Kementerian PU

 Sebelumnya 
Membuka Kembali Akses dan Menjaga Rantai Pertolongan

Pada bidang Bina Marga, dampak bencana menjangkau 17 ruas jalan nasional, dengan 88 titik longsor dan 3 titik patahan. Sebanyak 14 jembatan dan 3 duiker atau gorong-gorong juga terdampak. Seluruh akses tersebut telah difungsionalkan kembali atau mencapai 100 persen.

Capaian ini sangat menentukan karena jalan dan jembatan bukan sekadar konstruksi. Keduanya adalah jalur evakuasi, distribusi logistik, pergerakan tenaga kesehatan, serta penghubung kegiatan ekonomi masyarakat.

Fungsional 100 persen tentu tidak berarti seluruh penanganan permanen telah selesai. Maknanya, akses yang sempat terganggu telah dibuka agar mobilitas masyarakat dan operasi tanggap darurat dapat berlangsung, sementara perbaikan yang lebih permanen disiapkan berdasarkan hasil verifikasi teknis.

Baca juga : Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Pembedaan ini penting agar publik memperoleh gambaran yang jujur: keadaan darurat berhasil dilewati, tetapi pekerjaan pemulihan tetap berlanjut.

Untuk mempercepat pembukaan akses, unit-unit Kementerian PU mengerahkan kekuatan peralatan yang besar. Tim jalan memobilisasi 39 excavator, 14 wheel loader, 2 truk tronton, 1 dump truck, dan 2.600 unit bronjong.

Dari bidang sumber daya air juga dikerahkan 13 excavator, sementara drilling rig dan truck crane disiagakan. Angka-angka ini memperlihatkan bahwa respons di lapangan bukan sekadar koordinasi administratif, tetapi operasi teknis yang nyata dan terukur.

Air, Sanitasi, dan Infrastruktur Dasar

Baca juga : RedDoorz Salurkan Bantuan Rp25 Juta untuk Korban Bencana NTT Dan Kalimantan

Pada bidang Sumber Daya Air, verifikasi telah dilakukan terhadap seluruh infrastruktur yang terdata terdampak, terdiri atas 2 bendung, 1 bendungan, 15 daerah irigasi, 14 sumur air baku, 3 embung, 4 infrastruktur pengaman pantai, dan 2 sungai. Jumlahnya mencapai 41 infrastruktur.

Verifikasi menyeluruh diperlukan karena kerusakan pada sistem air tidak selalu tampak dari permukaan. Pemeriksaan teknis menjadi dasar untuk menentukan keamanan, fungsi, tingkat kerusakan, serta prioritas penanganannya.

Air adalah kebutuhan pertama setelah keselamatan. Karena itu, bidang Cipta Karya bergerak menyediakan prasarana layanan dasar. Sebanyak 90 hidran umum, 12 mobil tangki air, dan 46 toilet portabel disediakan, disertai mobilisasi tambahan 12 mobil tangki air dan 27 hidran umum.

Dukungan tersebut menjaga masyarakat tetap memperoleh air bersih dan sanitasi yang layak di tengah terganggunya infrastruktur setempat. Penanganan juga mencakup 81 Sistem Penyediaan Air Minum. Sebanyak 80 unit masih dalam proses verifikasi dan 1 unit telah ditangani.

Baca juga : Gempa Darat M4,3 Guncang Cianjur, Kedalaman 5 Km

Selain itu, 2 Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja, 1 Instalasi Pengolahan Air Limbah, 1 tempat pemrosesan akhir, 17 fasilitas pemerintahan, dan 1 fasilitas militer sedang diverifikasi. Langkah ini menegaskan bahwa penanganan bencana harus menjaga kesinambungan pelayanan publik, bukan hanya memperbaiki kerusakan yang mudah terlihat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.