Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Citra NASA Soroti Karhutla Kalimantan, Kemenhut Jelaskan Arti Titik Merah
Jumat, 4 September 2026 19:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyampaikan tanggapan mengenai citra satelit yang memperlihatkan sebaran asap serta aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, sebagaimana dipublikasikan NASA Earth Observatory pada 3 September 2026.
Citra yang diambil menggunakan instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) pada satelit Aqua NASA pada 1 September 2026 itu memperlihatkan gumpalan asap abu-abu tebal, dari sejumlah titik kebakaran yang tersebar di Pulau Kalimantan. Mayoritas deteksi kebakaran terlihat di bagian selatan pulau.
NASA menyebut Indonesia tengah dilanda kekeringan. Kebakaran lahan gambut menjadi tantangan tersendiri, karena api tak hanya dapat membara di permukaan, tetapi juga di bawah tanah.
Baca juga : Kemenhut Sanksi 5 Perusahaan Imbas Karhutla Kalbar, Ini Nama-Namanya
NASA juga menjelaskan, kebakaran gambut dapat menghasilkan asap dalam jumlah besar dan berlangsung dalam waktu lama.
Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi mengatakan, titik merah yang terlihat dalam citra tersebut merupakan deteksi anomali termal yang mengindikasikan adanya aktivitas kebakaran.
"Tetapi, titik tersebut tidak secara langsung menunjukkan luas area yang terbakar. Satu lokasi kebakaran juga dapat menghasilkan lebih dari satu deteksi," jelas Ristianto dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (4/9/2026).
Baca juga : Menhut Pantau Karhutla Kubu Raya, Pendinginan Dimasifkan
Ristianto menjelaskan, kebakaran di lahan gambut memiliki karakteristik khusus, karena api dapat membara di bawah permukaan, sehingga membutuhkan penanganan berbeda. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan pemantauan, pencegahan, dan penanganan karhutla secara terpadu bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, aparat, dan para pihak terkait.
"Data satelit menjadi salah satu instrumen penting dalam pemantauan karhutla. Meski begitu, penilaian mengenai kondisi kebakaran, luas area terdampak, dan perkembangan penanganannya tetap dilakukan dengan menggabungkan data pemantauan serta verifikasi di lapangan," ujar Ristianto.
Kemenhut, lanjutnya, menerjunkan Manggala Agni untuk memperkuat penanganan karhutla sesuai kondisi di lapangan, termasuk di wilayah yang memiliki tantangan kebakaran gambut.
Baca juga : Menhut Tegas Tangani Karhutla, Izin 5 Korporasi di Kalbar Dibekukan
Kemenhut menyampaikan pembaruan mengenai hotspot dan penanganan karhutla setiap hari melalui siaran pers di situs web dan kanal media sosial resmi. Masyarakat yang menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan atau kemunculan asap, diimbau untuk segera lapor melalui Posko Karhutla Kemenhut di nomor 021-5704618 atau +62 8131-00-35000, serta email [email protected].
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya