Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pascaerupsi GAK, Mendagri Imbau Pemda Terdampak Tingkatkan Kewaspadaan
Minggu, 6 September 2026 22:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah daerah (Pemda) di wilayah yang terdampak sebaran abu erupsi Gunung Anak Krakatau diminta meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan layanan publik dengan kondisi di masing-masing daerah.
Pemda juga diminta terus memantau perkembangan situasi serta menyiapkan langkah respons apabila dampak erupsi meningkat.
Imbauan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam Konferensi Pers Menjaga Keberlangsungan Layanan Pemerintah dan Pendidikan di Wilayah Terdampak Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau yang digelar secara daring dari Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Tito menjelaskan, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatera Selatan.
Karena itu, Pemda diminta meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Baca juga : Mendikdasmen: Daerah yang Tidak Aman Tak Dianjurkan Tatap Muka di Sekolah
“Beberapa daerah memang sudah menyampaikan mengenai [kondisi] tingkat provinsi kepada kabupaten/kota masing-masing untuk meningkatkan kewaspadaan. Meskipun tentu kita hindari kepanikan masyarakat, jangan sampai masyarakat menjadi panik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama sistem pernapasan dan mata, dengan menggunakan masker serta pelindung mata apabila diperlukan.
Pemda pun diimbau membagikan masker kepada masyarakat di wilayah terdampak. Untuk layanan transportasi, khususnya transportasi lokal yang menjadi kewenangan Pemda, baik di darat, laut, sungai maupun danau, penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Jika terjadi peningkatan risiko, Pemda diminta segera mengambil langkah respons berdasarkan informasi resmi pemerintah.
“Untuk mendukung sistem transportasi, jangan sampai nanti membahayakan masyarakat. Tapi sekali lagi, situasinya masih sangat situasional, masih sangat tergantung dengan situasi masing-masing,” tegasnya.
Baca juga : AirNav Perpanjang Penutupan Bandara Soetta Hingga Pukul 23.59 WIB
Tito juga mengatakan, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar harus menyesuaikan kondisi masing-masing daerah.
Jika situasi masih memungkinkan, pembelajaran dapat tetap berlangsung, terutama di dalam kelas, sembari memantau potensi peningkatan aktivitas atau sebaran abu.
Sementara itu, kegiatan di luar ruangan perlu disesuaikan dengan perkembangan situasi.
“Kita berharap tidak terjadi eskalasi artinya situasi memburuk,” jelasnya.
Baca juga : ASN Daerah Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa WFH 50 Persen
Selain itu, Mendagri mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah sesuai rekomendasi keselamatan yang berlaku.
Ia juga mengimbau masyarakat terus memantau informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta otoritas terkait. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang berasal dari sumber tidak jelas.
Dalam konferensi pers tersebut, turut bergabung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya