Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bantu Peternak Ayam Ras, Kementan Gandeng Pelaku Usaha
Senin, 20 April 2020 20:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) melakukan kerja sama dengan PT Universal Agri Bisnisindo, Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), dan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (PINSAR) dalam pembelian ayam ras siap potong. Kerja Sama tersebut dilaksanakan sebagai upaya pemerintah dalam membantu peternak mandiri dalam penjualan ayam ras pedaging (livebird) serta upaya peningkatan pemasaran hasil peternakan.
Seperti diketahui, harga ayam hidup di peternak sedang menurun hingga ke angka Rp 4.000 per kilogram. Hal itu dikarenakan karena berkurangnya minat warga akibat pandemi Covid-19. Sedangkan panen ayam sedang mengalami kenaikan berlimpah. Itu lah yang menyebabkan harga ayam cenderung menurun. "Sesuai arahan dari Bapak Menteri (Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo), bahwa setiap hasil rapat agar tidak hanya di atas kertas saja, tetapi harus langsung dieksekusi," kata Dirjen PKH Kementan, I Ketut Diarmita, saat Penandatanganan Kerja Sama, Senin (20/4).
Baca juga : Juara GP Virtual, Leclerc Rayakan Kemenangan Dengan Masak Pasta
Harga rata-rata daging ayam di tingkat konsumen saat ini terus berubah. Di Banten misalnya, mencapai Rp 33.955 per kilogram. Sedangkan di Jawa Barat Rp 30.140 per kilogram, Jawa Tengah Rp 28.445 per kilogram, DIY Rp 28.650 per kilogram dan Jawa Timur Rp 26.510 per kilogram. "Artinya, harga di konsumen tidak turun sebesar harga di peternak. Dan ini masih normal," katanya.
Diarmita juga mengapresiasi kepada seluruh integrator yang telah berkomitmen melaksanakan apa yang sudah menjadi kesepakatan dengan Ditjen PHK dalam membantu para peternak mandiri. Tercatat, telah terkumpul 23 perusahaan yang akan membantu penyerapan livebird. Dari jumlah tersebut, 15 perusahaan telah berkomitmen akan menyerap livebird yang khusus ada di pulau Jawa. Jumlah kesanggupan pembelian livebird ada 4 juta ekor kurang lebih. 8 perusahaan akan segera menyusul. "Di tengah pancemi covid-19 kami terus berupaya mengambil langkah inovatif demi menjaga peternak mandiri dan juga memastikan pendistribusian daging ayam aman hingga ke tangan masyarakat," katanya.
Baca juga : Bantu Petenis Peringkat Bawah, Djokovic dan Federer Mau Nyawer Rp 66 Miliar
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang diwakili Sekjen Kementan, Momon Rusmono, menyampaikan kepada seluruh jajaran Kementan agar tidak mundur dalam menjaga ketersediaan pangan di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, Kementan juga harus memastikan stabilisasi harga bahan pangan dalam waktu yang cepat. Kata Momon, masyarakat tidak boleh disulitkan dengan harga pangan yang melonjak.
"Caranya kita harus menjaga kerjasama dengan stakeholder lain dan terus meningkatkan komunikasi. Kalau melihat data dari 11 komoditas utama yang ada, Insya Allah semua aman sampai Agustus mendatang. Mudah-mudahan upaya yang kita lakukan ini bisa diatasi bersama selama kita bekerja keras," tutupnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya