Dark/Light Mode

Gandeng UI, Kemendes Tentukan Skala Prioritas Pembangunan Desa

Jumat, 8 Mei 2020 20:51 WIB
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (kanan) seusai melakukan perjanijian kerjasam dengan UI di Gedung Rektorat Universitas Indonesia, Depok, Jumat (8/5). (Foto: Kemendes)
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (kanan) seusai melakukan perjanijian kerjasam dengan UI di Gedung Rektorat Universitas Indonesia, Depok, Jumat (8/5). (Foto: Kemendes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, didampingi Sekretaris Jendral, Anwar Sanusi, dan pejabat tinggi madya bertemu dengan Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, di Gedung Rektorat Universitas Indonesia, Depok, Jumat (8/5).

Pertemuan itu membahas peluang Nota Kesepahaman atau Memory of Understanding (MoU) untuk reformulasi program dan skala prioritas pembangunan nasional perdesaan lima tahun ke depan.

Adapun agenda pembangunan nasional yang akan dimulai pada 2021 ini meliputi pembangunan SDM unggul dan berdaya saing perdesaan, reformasi sistem jaring pengaman sosial (JPS) desa, pengembangan wisata desa dan pengembangan ekonomi perdesaan.

Baca juga : Guru Besar IPB Dukung Langkah Kementan Antisipasi Krisis Pangan

Gus Menteri, sapaan akrabnya, meminta Universitas Indonesia untuk berikan solusi terkait dengan data-data yang sudah ada sebelumnya untuk dikaji secara akademik.

“Telaah akademik dari UI terkait dengan data-data yang sudah ada akan mempercepat pembangunan perdesaan. Kami percaya, dalam hal telaah akademik, UI lebih berkompeten. Saran-saran dan solusinya kami tunggu,” ujar Gus Menteri.

Kemarin, lanjut Gus Menteri, Kemendes PDTT sudah melakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrengbangnas) yang bertema percepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial.

Baca juga : Prof Tjipta Yakin Kementan Mampu Kelola Produksi Pangan Secara Baik

“Reformasi sosial ini sangat erat dengan desa. Sedangkan pemulihan ekonomi, meskipun skalanya kecil, akumulasinya jadi besar. Skalanya desa, tapi kalau dikalikan 74.953 ya jadinya besar, itulah Indonesia, “ ucap Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Gus Menteri menambahkan, pada kenyataanya sejauh ini dampak yang dirasakan oleh desa belum signifikan. Meskipun kita juga harus objektif, ada beberapa hal yang dihasilkan dari penggunaan dana desa.

“Impact-impact atas dana desa, jujur saya akui, memang belum begitu signifikan. Misalnya, terkait dengan penurunan kemiskinan, terkait dengan peningkatan industri, banyak hal yang belum.

Baca juga : Pandemi Covid, Kemendikbud Minta Guru Kreatif Dalam Mengajar

Oleh karena itu kami memmintaikerjasama dengan UI secara akademik untuk sama-sama mencari reformulasi program dan skala prioritas pembangunan perdesan lima tahun ke depan, sehingga penggunaan dana desa bisa maksimal.” Pungkas Gus Menteri.

Sebagai informasi, pihak Universitas Indonesia (UI) yang menerima kunjungan rombongan Kemendes PDTT adalah Prof. Ari Kuncoro, Ph. D (Rektor UI); Agustin Kusumayati, Ph.D (Sekretaris UI); Prof. Abdul Haris, Ph.D (Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi).

Hadir pula Muhammad Luthfi, Ph.D (Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset); Prof. Dedi Priadi (Kepala Badan Kerjasama Ventura dan Digital). [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.