Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jokowi Beri Deadline Juni, Alat Tes Virus Corona Segera Diproduksi Massal

Senin, 11 Mei 2020 13:54 WIB
Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas kabinet dari Istana, Senin (11/5).
Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas kabinet dari Istana, Senin (11/5).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi memberi deadline bagi kementerian atau lembaga terkait untuk bisa memproduksi alat tes virus corona secara massal, Juni nanti. 

Alat tes yang dimaksud Presiden antara lain inovasi yang terkait pengembangan Polymerase Chain Reaction (PCR) test kit, non PCR diagnostic test, dan juga ventilator serta mobile BSL2. 

”Saya menerima laporan dari Kementerian Ristek/BRIN yang telah berhasil mengembangkan  alat-alat ini. Kalau bisa akhir Mei atau awal Juni sudah bisa diproduksi massal,” tutur Presiden saat memberikan pengantar pada rapat terbatas (ratas) melalui konferensi video, Senin (11/5).

Berita Terkait : 50 Ribu Alat Tes PCR Siap Diproduksi Akhir Bulan Ini

Hal ini mesti segera dilakukan, lanjut Presiden, agar Indonesia tidak tergantung lagi pada produk-produk impor dari negara lain.

”Juga saya melihat sudah ada kemajuan yang signifikan dalam pengujian plasma yang rencananya ini akan dilakukan uji klinis berskala besar di berbagai rumah sakit dan juga stem cell untuk menggantikan jaringan paru yang rusak,” imbuh Presiden.

Menurut Presiden, kemajuan signifikan juga terjadi pada penelitian whole genome sequencing. Ia menambahkan bahwa ini tahapan yang sangat penting dalam menuju tahap berikutnya untuk menemukan vaksin yang sesuai dengan kondisi Indonesia.

Berita Terkait : Wapres AS Panen Kecaman Rakyatnya

Pada kesempatan itu, Presiden juga minta seluruh hasil riset dan inovasi ini didukung penuh, proses-proses perizinannya dilakukan dipercepat, dan juga disambungkan dengan industri, baik itu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta.


Sementara itu, terkait kecepatan pengujian spesimen PCR, Presiden mendapatkan laporan bahwa kemampuan pengujian spesimen untuk sekarang ini sudah mencapai 4.000-5.000 sampel per hari.

”Saya kira ini masih jauh dari target yang saya berikan yang lalu, yaitu 10.000 spesimen per hari,” tandas Presiden.

Berita Terkait : Terbukti Efektif Pada Kera, Vaksin Oxford Siap Diproduksi Massal di India

Data dari Gugus Tugas, lanjut Presiden, sekarang ini sudah ada 104 lab yang masuk dalam jaringan lab Covid-19. Kepala Negara ingin pastikan bahwa lab-lab tersebut berfungsi maksimal, meskipun dari 104 lab tadi 53 lab rujukan sudah melakukan pemeriksaan dan 51 lab rujukan belum melakukan pemeriksaan.

”Saya lihat, terutama kesiapan SDM yang terlatih, ini perlu lebih diperhatikan lagi. Juga yang berkaitan dengan masalah di alat pengujian yang masih kurang, terutama untuk reagen PCR, RNA, dan VTM. Dan saya minta ini segera diselesaikan dalam minggu ini,” tandas Presiden. [KRS